Bernadzar Hanya dengan Ibadah yang Syar'i

On the authority of Ibn `Abbas (may Allah be pleased with him) who said: While the Prophet (may peace be upon him) was delivering sermon, he noticed a man who was standing, so he asked about him and was told that he was Abu Israel who had taken a vow to remain standing and not sit, or go into the shade, or speak while observing fasting. Thereupon the Messenger of Allah (may peace be upon him) said, "Tell him to speak, to go into the shade, to sit and to complete his fast."
(Reported by al-- Bukhari)
Dari Ibnu Abbas ra. berkata bahwa ketika Rasulullah SAW berkhutbah, ada seseorang berdiri dan bertanya, "Abu Israil telah bernadzar untuk berpanas-panas di bawah terik matahari, tidak duduk, tidak berbicara serta berpuasa." Nabi SAW berkata, "Perintahkan padanya untuk berbicara, berteduh (dari terik matahari) dan duduk. Tapi biarkan dia nadzar untuk berpuasa." (HR Bukhari)
Fawaid
1. Bernadzar dengan membisu (tidak berbicara) bukanlah bentuk ibadah dalam pandangan syariat Islam. Padahal Allah SWT tidak menerima sebuah amal yang tidak dilandasi dengan ketetapan syariah.
2. Demikian juga dengan bentuk-bentuk nadzar lainnya, meski kelihatan berkurban atau berpayah-payah, tapi tidak akan diterima, selama tidak ada landasan syariahnya.
3. Bernadzar untuk puasa termasuk salah satu nadzar yang dibenarkan dalam Islam.

Jangan Shalat Sambil Mengantuk dan Bila Mengantuk Tidur Dulu Baru Shalat
Publikasi: 05/08/2005 16:00 WIB


On the authority of `A'ishah (may Allah be pleased with her) who reported that the Messenger of Allah (may peace be upon him) said, "When one of you feels drowsy during prayer, let him lie down till drowsiness goes away from him, because when one of you performs prayers while feeling sleepy, he does not know whether he seeks forgiveness or abuses himself." (Reported by al-- Bukhari and Muslim)
Dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila seseorang di antara kalian sudah mulai mengantuk dan dia melakukan shalat, maka hendaklah dia tidur, hingga hilang kantuknya. Sebab bila dia tetap shalat dalam keadaan mengantuk, dia tidak tahu apakah dia minta ampun atau malah mencaci maki dirinya sendiri (HR Muttafaqun 'alaihi)
Fawaid
1. Rasulullah SAW tidak suka pada orang yang memaksakan diri untuk melakukan ibadah, sementara pisiknya sudah tidak mampu melakukannya.
2. Terlalu berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam masalah ibadah, justru akan melahirkan masalah baru. Sehingga bukannya mendapatkan kebaikan tetapi malah mendapatkan yang sebaliknya.
3. Shalat itu membutuhkan kesegaran pikiran dan tubuh, sehingga sebaiknya bila keadaan tubuh masih lelah, harus disegarkan terlebih dahulu dengan tidur beberapa saat. Kecuali bila waktu shalat wajibnya sudah hampir habis.

Manhaj Nabi SAW, Langkah Dakwah yang Efektif
Publikasi: 01/08/2005 18:35 WIB


Mu`adh (may Allah be pleased with him) reported: The Messenger of Allah (may peace be upon him) sent me as a governor to Yemen and (at the time of departure) he instructed me thus, "You will go to people of the Scripture (i.e., the Jews and the Christians). First of all invite them to testify that La ilaha ill Allah (There is no true god except Allah) and that Muhammad (may peace be upon him) is His slave and Messenger; and if they accept this, then tell them that Allah has enjoined upon them five prayers during the day and night; and if they accept it, then tell them that Allah has made the payment of Zakah obligatory upon them. It should be collected from their rich and distributed among their poor; and if they agree to it, don't take (as a share of Zakah) the best of their properties. Beware of the supplications of the oppressed, for there is no barrier between it and Allah." (Reported by Bukhari and Muslim)
Dari Muaz ra. berkata: Rasulullah SAW mengutusku ke Yaman dan beliau besabda, "Kamu akan mendatangi suatu bangsa ahli kitab. Maka ajaklah mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Aku adalah utusan Allah. Bila mereka mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shalat 5 waktu sehari semalam. Bila mereka mentaatimu dalam hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan zakat yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Bila mereka mentaatimu dalam hal itu, maka hati-hatilah dari mengambil harta mereka. Dan takutlah dari doa orang yang terzhalimi, karena tidak ada hijab antara doa itu dengan Allah." (HR Muttafaq 'alaihi)
Fawaid
1. Pentingnya dakwah dengan menggunakan periodeisasi dan cara-cara yang terstruktur rapi dalam langkah-langkahnya. Dimulai dari hal-hal yang lebih penting seperti masalah esensi syahadat, kemudian kepada hal-hal berikutnya.
2. Bahwa shalat yang wajib itu hanya 5 kali dalam sehari semalam dan tidak ada kewajiban shalat di luar yang 5 waktu itu.
3. Bahwa zakat itu merupakan kewajiban asasi bagi orang kaya muslim dan harus diserahkan kepada fakir miskin melalui amil zakat.
4. Bahwa doa orang yang dizalimi itu selalu dikabulkan Allah, sehingga kita harus berhati-hati dalam bertindak agar jangan sampai ada orang terzalimi karena tindakan kita.

Menegur Penguasa adalah Jihad yang Utama
Publikasi: 29/07/2005 10:06 WIB


On the authority of Abu Sa'id al-- Khudri (may Allah be pleased with him) that the Messenger of Allah (may peace be upon him) said, "The best type of Jihad (striving in the way of Allah) is speaking a true word in the presence of a tyrant ruler." (Reported by Abu Dawud and al-- Tirmidhi)
Dari Abi Said Al-Khudhry ra. dari Nabi SAW berkata, "Jihad yang paling utama adalah menyampaikan perkataan yang adil kepada penguasa yang lalim." (HR Abu Daud dan Tirmizy)
Fawaid
1. Jihad itu ada berbagai tingkatan, dari yang terendah hingga yang tertinggi.
2. Jihad itu bukan hanya perang di medan laga, menegur penguasa agar bersikap adil dan amanah serta berpegang teguh pada agama juga bagian dari jihad. Bahkan merupakan jihad yang utama.
3. Amar makruf dan Nahi Mungkar punya kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam, karena itu harus selalu ditegakkan pada siapa saja meski terhadap penguasa sekalipun.


Janji Nabi SAW: Eropa Pasti Ditaklukkan oleh Islam
Publikasi: 22/07/2005 11:45 WIB


On the authority of Abdullah Ibn Amr Ibn Al-Ash (may Allah be pleased with him) who said, "When we're writing around the the prophet (peace be upon him), suddenly he was asked about which city of two cities that will released at first. He answerd, "Heraclius city is foregoing." He means Contantinoples.(Reported by Ahmad)
Dari Abdullah bin Amr bin Al-'Ash berkata, "Saat kami dengan menulis di sekeliling Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah dari kedua kota yang akan dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Maka Rasulullah SAW menjawab, "Kota Heraclius akan dibebaskan terlebih dahulu." Maksudnya adalah Konstantinopel. (HR Ahmad)
Fawaid
1. Para shahabat nabi sudah tahu dan yakin sekali bahwa Islam akan berkuasa di Eropa, pertanyaan mereka bukan lagi tentang bisa atau tidak dijatuhkan, melainkan kota yang mana yang akan dijatuhkan terlebih dahulu.
2. Konstantinopel (Istambul) di masa lalu adalah pusat peradaban Barat (Romawi Timur) di bawah pimpinan Kaisar Heraklius. Janji Rasulullah sempat terdunda dengan belum berhasilnya pasukan Islam menguasai kota ini, kecuali setelah Sultan Muhammad Al-Fatih menaklukkannya pada hari Selasa, 20 Jumadilawal 857 H/29 Mei 1453 M. Sejak itu sultan Muhammad II digelari dengan Al-Fatih (Sang Penakluk) atau the conqueror.
3. Namun kota Roma sebagai kota kedua yang dijanjikan beliau SAW sampai hari ini belum sempat direbut oleh umat Islam. Dr. Yusuf Al-Qaradawi memperkirakan bahwa pada abad ini pusat peradaban Barat itu (Roma/Vatikan) akan ditaklukkan, tapi bukan dengan meriam dan mesiu, melainkan dengan pena, buku dan internet. Penduduk negeri itu akan masuk Islam dengan kesadaran sendiri dengan semakin gencarnya penyebaran informasi tentang Islam di dunia ini.

Berat Dosa Orang yang Mempelopori Kebatilan
Publikasi: 20/07/2005 09:29 WIB


On the authority of Ibn Mas`ud (may Allah be pleased with him) who said, "The first son of Adam* takes a share of the guilt of every one who murders another wrongfully because he was the initiator of committing murder." (Reported by al-- Bukhari and Muslim)

Dari Ibnu Mas'ud ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah ada satu nyawa yang terbunuh secara zhalim kecuali ada bagian dosa atas anak nabi Adam as. yang pertama (Qabil), lantaran dialah yang mempelopori pembunuhan." (HR Muttafaq 'Alaihi)
Fawaid
1. Beratnya dosa perbuatan mempelopori kejahatan apabila tindakan itu memang mengakibatkan orang lain ikut terbawa melakukan kejahatan.
2. Berhati-hati dan hindari diri dari melakukan dosa dan kejahatan, agar jangan sampai hal itu menjadi penyebab orang lain meniru dan menyangka bahwa tindakan itu boleh dilakukan.
Meniru Gerakan Rasulullah SAW
Publikasi: 19/07/2005 10:55 WIB

On the authority of `Abbas bin Rabi`ah (may Allah be pleased with him) who reported: I saw `Umar bin al-- Khattab (may Allah be pleased with him) kissing the Black Stone (Al - Hajar al-- Aswad) and saying, "I know that you are just a stone and that you can neither do any harm nor give benefit. Had I not seen Messenger of Allah (may peace be upon him) kissing you, I would not have kissed you." (Reported by al-- Bukhari and Muslim)
Dari 'Abis bin Rabi'ah ra. berkata, "Aku melihat Umar bin Al-Khattab ra. mencium batu (maksudnya hajar aswad) dan beliau berkata, "Aku tahu bahwa kamu hanyalah sebuah batu, tidak memberi manfaat atau memberi celaka. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, aku tidak menciummu." (HR Bukhari Muslim)
Fawaid
1. Mencontoh Rasulullah SAW dalam tindakan dan sikap adalah bagian dari pelaksaaan agama dan ibadah kepada Allah.
2. Kepastian bahwa ketika seorang muslim mencium hajar aswad, sama sekali bukan karena ada rasa mengagungan kepada batu, apalagi menyembahnya, sebagaimana yang sering dituduhkan oleh orang non muslim. Namun tindakan itu tidak lain karena ada contoh dari Rasulullah SAW.
3. At-Tabari menyebutkan bahwa Umar bin Al-Khattab ra. sengaja berkata demikian untuk menjelaskan kepada orang banyak yang masih baru saja meninggalkan agama berhala, lantaran beliau takut orang-orang menyangka bahwa agama Islam pun mengajarkan penyembahan batu.


Semua Ummat Muhammad SAW Masuk Surga
Publikasi: 18/07/2005 13:03 WIB

On the authority of Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) who reported that the Holy Prophet (may peace be upon him) said, "Everyone of my Ummah will enter Paradise except those who refuse." He was asked, "Who will refuse?" He (may peace be upon him) said, "Whoever obeys me, shall enter Paradise, and whosoever disobeys me, refuses to (enter Paradise)" (Reported by al-- Bukhari)
Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Semua ummatku akan masuk surga, kecuali yang tidak mau." Ditanyakan kepada beliau SAW, "Siapakah orang yang tidak mau masuk surga, Ya Rasulallah?" Beliau bersabda, "Orang yang mentaatiku dia akan masuk surga dan orang yang menentangku maka dia tidak mau (masuk surga)." (HR Bukhari)
Fawaid
1. Kesempatan masuk surga buat seorang muslim umat Nabi Muhammad SAW sangat besar. Dan bila sampai tidak masuk surga, berarti memang dia tidak mau.
2. Orang yang mentaati serta menjalankan syariat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dipastikan masuk surga.
3. Orang yang melakukan maksiat serta mengingkari apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah orang yang tidak ingin masuk surga.

Tidak Sabar untuk Segera Masuk Surga
Publikasi: 15/07/2005 10:28 WIB


On the authority of Jabir (may Allah be pleased with him) who said: A man, said to the Prophet (may peace be upon him) during the battle of Uhud, "Tell me where I shall be if I am killed." When he (may peace be upon him) replied that he would be in Paradise, the man threw away some dates which he had in his hand and fought until he was killed. (Reported by al-- Bukhari and Muslim)
Dari Jabir ra. berkata bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW pada saat perang Uhud, "Tahukah Anda, bila aku terbunuh (dalam perang ini), di manakah tempatku?." Beliau SAW menjawab, "Di surga." Maka orang itu membuang beberapa kurma yang ada di tangannya kemudian berperang dan terbunuh." (HR Muttafaqun 'alaihi)
Fawaid
1. Betapa besar balasan buat orang yang meninggal dalam perang suci membela agama Allah SWT, yaitu sudah dipastikan masuk surga dengan jaminan penuh dari Rasulllah SAW.
2. Para shahabat di masa lalu tidak pernah sabar untuk mendapatkan surga, bahkan sekedar untuk menghabiskan beberapa butir kurma di tangannya dianggap terlalu lama untuk segera bisa berjumpa dengan Allah SWT.
3. Mereka sangat yakin bahwa surga ada di balik kilatan pedang dan mati dalam rangka jihad adalah mati yang paling indah. Setiap orang tidak akan pernah bisa lari dari kematian, karena itu pilihlah cara mati yang paling indah.
Terkena Duri sebagai Penebus Dosa
Publikasi: 11/07/2005 17:03 WIB


On the authority of Abu Sa`id and Abu Hurairah (may Allah be pleased with them) who reported that they heard the Holy Prophet (may peace be upon him) saying, "Never a believer is stricken with a discomfort, an illness, an anxiety, a grief or mental worry or even the pricking of a thorn but Allah will expiate his sins on account of his patience." (Reported by Al-- Bukhari and Muslim)
Dari Abi Said ra. dan Abi Hurairah ra. dari Nabi SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, penyakit atau kesulitan hati, bahkan terkena duri melainkan semua itu akan menjadi penebus dosanya." (HR Bukhari Muslim)
Fawaid:
1. Penyakit dan segala bentuk ujian yang dialami seorang muslim tidak lain akan menjadi penghapus dosa-dosanya.
2. Maka seharusnya seorang muslim jangan dulu berputus asa atau merasa sedih dengan musibah yang dialaminya.
Menguasai Diri Pada Saat Marah
Publikasi: 08/07/2005 11:19 WIB


On the authority of Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) who reported that the Messenger of Allah (may peace be upon him) said, "The strong man is not one who is good at wrestling, but the strong man is one who controls himself in a fit of rage." (Reported by Al-- Bukhari and Muslim)
Dari Abi Hurairah ra. berkata, "Orang yang tangguh itu tidak diukur dari kemampuannya berlaga. Namun orang yang tangguh adalah yang mampu menguasai dirinya pada saat marah." (HR Bukhari Muslim)
Fawaid
1. Melawan hawa nafsu dan diri sendiri jauh lebih berat dari melawan musuh di medan laga.
2. Urgensi untuk menjauhkan diri dari sifat marah, karena banyak dampaknya, baik kepada pisik, jiwa maupun sosial.
Meninggalkan Sikap Ragu dan Tidak Jujur
Publikasi: 07/07/2005 15:03 WIB


On the authority of Abu Muhammad Al-- Hasan bin `Ali bin Abi Talib (may Allah be pleased with him) who narrated: I remember (these words) from the Messenger of Allah (may peace be upon him), "Give up what is doubtful to you for that which is not doubtful; for truth is peace of mind and falsehood is doubt."
(Reported by Al-- Tirmidhi)
Dari Abi Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. berkata bahwa Rasululllah SAW bersabda, "Aku menjaga pesan dari Rasulullah SAW, "Tinggalkan hal yang kamu ragu kepada yang tidak kamu ragu. Kejujuran itu adalah ketenangan dan dusta itu menimbulkan keraguan." (HR Tirmizy)
Fawaid:
1. Keutamaan meninggalkan hal-hal yang syubhat dan mengutamakan kepada hal-hal yang jelas-jelas halal hukumnya.
2. Sikap jujur itu akan membangkitkan rasa tenang dalam jiwa pelaku, serta semangat, izzah, keberanian, kepercayaan orang lain.
3. Sikap tidak jujur itu akan membangkitkan rasa ragu, syak, takut, hina, serta tidak ada kepercayaan dari orang lain.
Meninggal di Atas Tempat Tidur dengan Pahala Syahid
Publikasi: 05/07/2005 10:44 WIB


On the authority of Abu Thabit, Abu Sa`id or Abu Al-- Walid Sahl bin Hunaif (may Allah be pleased with him) who reported that the Holy Prophet (may peace be upon him) said: The Prophet (may peace be upon him) said, "He who asks Allah for martyrdom, Allah will raise him to the high status of the martyrs, even if he dies on his bed." (Reported by Muslim).
Dari Abi Tsabit (atau Abi Said) ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berdoa kepada Allah SWT untuk mati syahid dengan sungguh-sungguh, maka Allah SWT akan menyampaikannya ke level para syuhada, meski meninggal di atas tempat tidurnya. (HR Muslim).
Fawaid
1. Bahwa niat yang sepenuh hati merupakan sebab sampainya suatu amal.
2. Seorang yang berniat melakukan sebuah amal kebajikan akan mendapatkan pahala sesuai niatnya meski belum terlaksana
3. Hadits ini menegaskan kemuliaan buat orang-orang yang bercita-cita mati syahid dalam rangka menegakkan syariat Allah SWT.

Wanita yang Masuk Surga
Publikasi: 24/06/2005 12:51 WIB


On the authority of Umm Salamah (may Allah be pleased with her) who narrated that the Messenger of Allah (may peace be upon him) said: "Any woman dies while her husband is pleased with her, she will enter Paradise."
(Reported by Al-- Tirmidhi)
Dari Ummi Salamah r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapapun wanita (muslimah) yang wafat dalam keadaan suaminya ridha kepadanya, maka dia masuk surga." (HR Tirmizy dan berkata bahwa hadits ini hasan)
Fawaid
1. Allah SWT telah menjamin masuk surga bagi wanita muslimah yang meninggal dunia lantaran telah melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap suaminya.
2. Mentaati suami adalah bagian dari amal shaleh yang melahirkan pahala dan memastikan seorang isteri masuk surga.
3. Suami adalah sumber pahala buat seorang isteri, maka alangkah ruginya seorang wanita yang sampai tidak masuk surga, padahal sumber pahala ada di hadapannya.
Tentang Isteri yang Menolak Ajakan Suami
Publikasi: 17/06/2005 11:13 WIB



On the authority of Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) who reported that he heard the Messenger of Allah (may peace be upon him) saying: "When a man calls his wife to his bed, and she does not respond and he (the husband) spends the night angry with her, the angels curse her until morning."
(Reported by Al - Bukhari and Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur (untuk melakukan hubungan suami istri) namun tidak mau mendatanginya sampai suami itu dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknat istri itu hingga shubuh." (HR Muttafaq 'Alaihi)
Fawaid:
1. Bila seorang wanita dalam keadaan tidak ada uzur (tidak haidh), wajiblah atasnya menerima ajakan suaminya.
2. Menolak ajakan suami termasuk dosa besar, karena ancamannya berbentuk laknat dari malaikat hingga subuh.
3. Salah satu penyebab dahsyatnya dosa ini adalah karena seorang suami mungkin saja jatuh ke lembah zina dan perselingkuhan, karena tidak mendapatkan kebutuhan dari istrinya. Lalu akan diikuti juga oleh istrinya dan akhirnya keduanya sama-sama akan mendapat azab yang pedih.

Tidak Ikut Perang Tapi Tetap Mendapat Pahalanya
Publikasi: 09/06/2005 09:34 WIB


From Anas bin Malik (may Allah be pleased with him): We were coming back from the battle of Tabuk with the Prophet (may peace be upon him) when he remarked, "There are people whom we left behind in Medina who accompanied us in spirit in every pass and valley we crossed. They remained behind for a valid excuse."
Dari Anas ra. berkata, "Ketika kami kembali dari perang Tabuk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau bersabda, "Sesungguhnya ada beberapa orang tertinggal di kota Madinah (tidak ikut perang), tetapi tidaklah kita melalui suatu dusun atau lembah melainkan selalu menyertai kita (dalam pahala), karena mereka tertahan oleh udzur." (HR. Bukhari)
Fawaid
1. Niat itu sangat penting demi diterimanya sebuah amal, bahkan meski amalnya belum terlaksana sekalipun, namun pahalanya tetap akan didapat.
2. Termasuk pahala jihad yang sangat besar tetap akan diterima meski seseorang karena udzurnya harus tetap di rumah tidak ikut dalam peperangan yang sesungguhnya.

Setiap Orang Akan Dibangkitkan Menurut Niat Masing-masing
Publikasi: 06/06/2005 12:19 WIB


On the authority of `A'ishah (may Allah be pleased with her) that the Messenger of Allah (may peace be upon him) said: "An army will raid the Ka`bah and when it reaches a desert land, all of them will be swallowed up by the earth." She asked; "O Messenger of Allah! Why all of them?" He answered, "All of them will be swallowed by the earth but they will be raised for Judgement according to their intentions."
(Reported by Al - Bukhari and Muslim)
Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Nanti akan ada pasukan yang menyerang Ka'bah, namun ketika mereka sampai di suatu tanah lapang, tiba-tiba mereka dibinasakan semua, dari yang pertama hingga yang terakhir." Aisyah ra bertanya, "Ya Rasulallah, bagaimana mereka semua akan disapu dari awal hingga akhirnya, padahal di situ ada orang-orang yang tidak ikut, yaitu orang yang sedang di pasar dan lainnya?". Rasulullah SAW menjawab, "Semua dibinasakan kemudian akan dibangkitkan menurut niat masing-masing". (HR Bukhari)
Fawaid:
1. Setiap orang akan diperlakukan sesuai dengan niat dan motivasinya, baik dalam masalah yang baik atau yang buruk.
2. Peringatan atas tindakan bersahabat kepada ahli maksiat dan dosa 3. Anjuran untuk bersahabat dengan kebaikan 4. Berita dari Rasulullah SAW tentang hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang adalah bagian dari hal-hal yang perlu diimani. Sebab sabda Rasulullah SAW bukanlah keluar dari hawa nafsu.

No Response to "Bernadzar Hanya dengan Ibadah yang Syar'i"

Poskan Komentar

Powered by Blogger | Blogger by Blog Nu Hahi