Air di Bulan Jadi Berita Buruk Astronom China

Ilustrasi

PARIS - Berita yang menyebutkan telah ditemukan air di Bulan dapat mempengaruhi teleskop yang akan diinstal pada pendaratan pertama oleh China, yang dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2013.

Seperti diketahui, pada bulan September 2009, sekelompok ilmuwan mengumumkan bahwa mereka telah menemukan embun air yang menutupi sebagian dari Bulan. Di bawah sinar matahari, air vaporises dan kemudian dipecah menjadi molekul hidroksil, suatu senyawa yang terdiri satu atom hidrogen dan satu oksigen.

Tingkat hidroksil ini dapat memiliki dampak serius pada observatorium bulan, seorang astronom China mengatakan dalam sebuah makalah yang akan dipresentasikan pada European Planetary Science Congress di Roma pada hari Selasa.

"Kami menghitung kembali jumlah molekul hidroksil yang akan hadir dalam suasana bulan dan menemukan bahwa itu bisa dua atau tiga teori yang lebih tinggi dari yang diduga sebelumnya," kata Zhao Hua dari Chinese Academy of Sciences. Demikian dikutip Strait Times, Selasa (21/9/2010).

Ini memiliki konsekuensi penting bagi probe bulan ketiga China, Chang'e-3, yang dirancang untuk mendarat di Bulan pada tahun 2013 dengan teleskop ultraviolet. Peralatan tersebut akan beroperasi pada permukaan Bulan yang diterangi matahari, dan didukung oleh panel surya.

"Pada panjang gelombang ultraviolet tertentu, molekul hidroksil menyebabkan terjadinya penyebaran jenis tertentu, di mana foton (partikel cahaya) dengan cepat diserap dan dipancarkan kembali, "kata Zhao.

'Perhitungan kami menunjukkan bahwa hamburan ini akan mencemari pengamatan," sebutnya.

No Response to "Air di Bulan Jadi Berita Buruk Astronom China"

Poskan Komentar

Powered by Blogger | Blogger by Blog Nu Hahi