Teringat Tony Pogacnik



KEHADIRAN pelatih asal Serbia, Darko-Daniel Janackovic di Persib Bandung mengangkat kembali memori Emen Suwarman, yang sudah lama terpendam. Gaya kepemimpinan Janackovic yang sangat mengedepankan disiplin dan kebersamaan di dalam tim mengingatkan masseur Persib ini kepada Tony Pogacnik, pelatih tim nasional Indonesia antara tahun 1954 hingga 1964.

"Pogacnik juga orang Yugoslavia (negara induk Serbia, red). Saya sempat dilatihnya selama empat tahun di tim nasional. Seperti halnya Darko, Pogacnik juga sangat disiplin dan membangun tim dengan asas kebersamaan. Mungkin seperti itulah gaya kepemimpinan Eropa Timur," kata Emen ketika berbincang dengan "GM" di sela-sela sesi latihan sore Persib di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jln. Setiabudhi Bandung, Jumat (6/8).

Atas dasar pengalamannya ketika masih aktif sebagai pemain, Emen yang merupakan anggota skuad "Merah-Putih" ketika menjuarai Merdeka Games 1962, mengaku sangat setuju dengan cara Janackovic menangani Persib.

"Dalam sepak bola, yang namanya disiplin dan kebersamaan itu sangat penting. Untuk membangun kedisiplinan dan kebersamaan itu dimulai dari hal-hal kecil di luar lapangan. Misalnya, makan bersama, berangkat latihan bersama-sama dan banyak hal lagi," paparnya.

Dikatakan Emen, hal-hal kecil yang dilakukan secara bersama di luar lapangan itu bisa terbawa ke dalam lapangan. "Pada saat makan bersama misalnya, para pemain pasti akan ngobrol tentang keinginan mereka masing-masing dan saling mempelajari karakter pemain lainnya," ujar masseur yang akrab disapa Guru Emen ini.

Emen berharap, apa yang telah dirintis Janackovic di Persib itu bisa membuahkan hasil positif buat tim kebanggaan Kota Bandung ini. "Dulu, Tony sukses karena dua hal itu, disiplin dan kebersamaan".

No Response to "Teringat Tony Pogacnik"

Poskan Komentar

Powered by Blogger | Blogger by Blog Nu Hahi