Saleh Anggap PSSI Terlalu Panik


Pencoretan klub harus melalui mekanisme Kongres PSSI.


Saleh Ismail Mukadar - Ketua Umum & Manajer Persebaya Surabaya (GOAL.com / Fahri Rayyana)
Galeri Foto
Perbesar
Saleh Ismail Mukadar - Ketua Umum & Manajer Persebaya Surabaya (GOAL.com / Fahri Rayyana)

Hal-Hal Terkait

Tim

Ancaman pencoretan dari PSSI terhadap klub-klub yang berniat mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) mendapat respons miring dari ketua umum Persebaya Surabaya, Saleh Ismail Mukadar. Saleh menuding PSSI terlalu panik, sehingga mengancam akan mencoret klub yang hendak mengikuti kompetisi yang digagas bos Medco Grup, Arifin Panigoro, tersebut.

Saleh menilai, tindakan PSSI itu mencerminkan keadaan PSSI yang panik, sehingga melakukan tindakan otoriter. Mantan ketua umum KONI Surabaya itu menegaskan, pencoretan klub tidak boleh dilakukan secara sepihak oleh PSSI.

”PSSI tidak boleh bertindak semaunya sendiri, ada mekanisme organisasi untuk melakukan sesuatu, termasuk mencabut keanggotaan klub yang menjadi anggota PSSI,” jelas Saleh, Rabu (22/9).

Pencoretan klub hanya bisa dilakukan ketika Kongres PSSI 2011 mendatang. Itupun harus disetujui oleh 2/3 dari klub anggota PSSI. Selain itu pemecatan dilakukan bila klub anggota benar-benar melakukan kesalahan yang sangat besar dan berulang-ulang. “Kalau kita kan jelas tujuannya, yakni memajukan sepakbola Indonesia," tambah mantan manajer Persebaya ini.

Dalam situs resmi PSSI, presiden direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla mengatakan, kompetisi yang bukan diselenggarakan oleh PSSI otomatis tidak akan diakui baik oleh AFC maupun FIFA, sebab sangat jelas bertentangan dengan statuta PSSI atau statuta FIFA.

Di Pasal 70, 81 dan 85 dalam Statuta PSSI menjelaskan secara panjang-lebar tentang kompetisi-kompetisi PSSI, berikut aturan serta sanksi atas pelanggaran-pelanggarannya. Tiga pasal terkait kompetisi dalam statuta PSSI tersebut berkonsideran dengan artikel 80 pada FIFA statutes.

Mengenai hal tersebut, Saleh justru menyindir kemampuan PSSI dalam menerjemahkan statuta FIFA yang menggunakan Bahasa Inggris. Sebab dalam statuta artikel 80 tentang persetujuan disebutkan, setiap asosiasi atau klub liga yang berafiliasi anggota FIFA tidak dapat dimasukkan ke anggota lain atau berpartisipasi dalam kompetisi di wilayah anggota lain tanpa otorisasi anggota saat ini, calon dan FIFA, kecuali dalam keadaan luar biasa.

"Jadi bukan PT Liga-nya yang tidak boleh dobel, tapi klub yang tidak boleh mengikuti kompetisi di dua negara berbeda," jelasnya.

Hingga saat ini, petinggi PSSI tengah menggodok hukuman apa yang pantas diberikan untuk klub yang membelot ke LPI. Ketua umum PSSI, Nurdin Halid mengaku sudah mendapat perintah dari presiden AFC (Federasi Sepakbola Asia), Mohammad Bin Hammam, untuk menindak tegas klub yang melanggar statuta.

"Sesuai sistem yang ada, tentu saya akan terapkan aturan yang tegas, bila tidak maka PSSI akan dikenai sanksi dari FIFA dan AFC. Saya bahkan telah ditelepon langsung oleh presiden AFC bahwa siapa pun yang melanggar statuta maka sudah menjadi kewenangan PSSI untuk menjatuhkan hukuman," sitir Nurdin di laman resmi PSSI. (gk-19)

No Response to "Saleh Anggap PSSI Terlalu Panik"

Poskan Komentar

Powered by Blogger | Blogger by Blog Nu Hahi