Refleksi HUT Kemerdekaan RI

Salah Berfikir Atau Pemikir yang Salah
Sebelum melanjutkan bacaan ini ada baiknya kita menyanyikan sebuah lagu perjuangan

Indonesia, Merah Darahku Putih Tulangku
Bersatu dalam Semangatmu….

Dukungan itu datang dari Pak Satwiko, Ketua STIS bergelar Doktor. Entah bagaimana jalan pikirnya. Dia bilang, begitu amat mendukung jika dari mahasiswa STIS ada yang menjadi kontestan Indonesian Idol, bahkan KDI. Bagiku Terlontar kalimat seperti itu memang sangat wajar. Apalagi beliau adalah orang yang humoris dan mengalir apa adanya. Ya, itulah pernyataan lelucon yang disampaikan kepada 24 anggota GK di sebuah aula terbuka Cibodas, Bogor.
Tetapi bagiku pernyataan itu menjadi sangat tidak wajar jika kita mengkomparasikannya dengan pernyataan beliau seputar Islam, Dakwah, dan ROHIS. Persepsinya tentang dakwah dan ROHIS selama ini tidak ada yang bagus. Ini merujuk pada pernyataannya : “ROHIS adalah agen ekstrimisme dan radikalisme yang menjadi sumber ancaman di UKM-UKM STIS”. Apakah ini adil?
Aku tidak tahu bagaimana persepsi buruk itu muncul. Apakah itu berasal dari iftira (kebohongan) agen-agen tertentu. Yang jelas apa untungnya mencetak 1000 penyanyi dibandingkan mencetak 1000 orang shalih yang paham Al-Qur’an dan ajarannya. Apakah ada sejarah Negara-negara di dunia ini yang bisa menjadi bukti nyata kalau kemerdekaan bisa diraih dengan mencetak penyanyi. Apakah beliau tidak pernah mendengar sedikitpun tentang sejarah kemerdekaan Indonesia. Yang digerakkan oleh barisan orang ikhlas yang diketahui dari biografinya, bahwa mereka adalah orang yang ta’at dan mengerti agamanya. Ada Bung Tomo (Mujahidin dari Surabaya), ada patimura, dll.
Mereka semua menjadi contoh dari pembinaan tarbiyah dan penanaman.
Beliau lebih khawatir jika Mahasiswanya menjadi pemuda yang fasih membaca Al-Qur’an daripada fasih melantunkan lagu rock
Pertanyaan hatiku kembali hadir setelah Pak Satwiko mengatakan “

No Response to "Refleksi HUT Kemerdekaan RI"

Poskan Komentar

Powered by Blogger | Blogger by Blog Nu Hahi