Men in Black II

Hollywood adalah industri. Studio-studio besar sana bisa dipastikan akan terus-menerus membuat sekuel sebuah film sukses sampai penonton merasa bosan. Ketika Men in Black (1997) menembus 200 juta dollar, Men in Black 2 pun disiapkan meskipun tanpa ada sesuatu baru yang ditawarkan. Tapi --seperti film pertama-- kalau sekedar sebagai hiburan, MiB 2 bolehlah.

MiB 2 yang masih ditangani oleh Barry Sonnenfeld bercerita tentang kedatangan Serleena (Lara Flynn Boyle) dari Kylothian untuk mencari "Light of Zartha" yang disimpan di bumi. Benda apa pula ini dan apa hubungannya dengan bumi dijelaskan di awal film lewat narasi yang dibawakan oleh Peter Graves (dari serial tivi ngetop Mission: Impossible) yang bermain sebagai dirinya sendiri.

Serleena yang wujud aslinya menjijikkan itu berubah menjadi sosok yang cantik dan seksi meniru model lingerie Veronica's Closet di sebuah majalah. Cewek seksi ini kemudian memulai ulahnya di sebuah kedai pizza untuk mendapatkan barang yang dicarinya. Tewasnya si pemilik kedai pizza yang juga alien akhirnya memaksa Men in Black turun tangan.

Masalahnya, kasus ini pelik banget. Agen Jay (Will Smith) nggak bisa menanganinya. "Light of Zartha" ternyata pernah bersinggungan dengan Agen Kay (Tommy Lee Jones). Karena itulah, Agen Kay yang dalam Men in Black pertama ingatannya sudah dihapus dan kini bekerja sebagai kepala kantor pos di sebuah kota kecil, dijemput dan dikembalikan memorinya untuk menangani lagi kasus ini. Begitulah, Agen Jay dan Agen Kay menjadi satu tim lagi dan berjuang mencegah Serleena memporakporandakan bumi.

Ceritanya sederhana bukan? Memang bukan ceritanya yang dijual oleh komedi fiktif ini. Pengabaian plot ini terlihat jelas dari durasi film yang hanya 80 menit! MiB 2 murni menjual hiburan lewat lelucon-lelucon yang disampaikan karakter-karakternya. Dan tebak, siapa yang paling lucu? Sudah pasti bukan Tommy Lee Jones. Bukan pula Will Smith. Tapi si alien anjing yang bisa bicara, Frank the Pug (suara diisi oleh Tim Blaney). Frank menghidupkan suasana dengan berbagai ulah tengilnya. Adegan Frank menyanyikan lagu "Who Let the Dogs Out" tidak hanya mengundang tawa, tapi juga sangat cerdas. Di lain pihak Tommy dan Will sebagai dua bintang utama bermain seadanya, soalnya karakter mereka di MiB dan MiB2 tidak mengalami perkembangan berarti. Sementara itu mimik Lara Boyle "tidak cukup jahat" untuk jadi alien bengis. Malah, wajahnya kurang alien dibandingkan Michael Jackson yang tampil sekilas.

Efek khusus yang juga menjadi nilai jual film-film fiksi ilmiah seperti ini, tampaknya digarap kurang maksimal. 5 atau 7 tahun lalu, efek yang kamu lihat dalam film ini mungkin masih barang baru. Tapi sekarang, dibandingkan dengan Star Wars: Episode 2, apa yang ditampilkan MiB 2 masih kalah jauh.

Meskipun MiB 2 secara keseluruhan tidak lebih bagus dari pendahulunya, para penonton rupanya masih penasaran dengan aksi Tommy, Will, dan alien-alien peliharaan mereka. Dalam 3 minggu terakhir, MiB 2 sudah meraup pemasukan lebih dari 173 juta dollar di Amrik saja. Pertanyaannya sekarang adalah apakah Columbia Pictures akan membuat Men in Black 3? Atau tepatnya, ketika seekor anjing bisa bicara mampu mencuri perhatian dari aktor-aktor sekelas Tommy Lee Jones dan Will Smith, masihkah Men in Black 3 dirasa perlu? (wy)

No Response to "Men in Black II"

Poskan Komentar

Powered by Blogger | Blogger by Blog Nu Hahi