Tampilkan postingan dengan label Persib Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persib Bandung. Tampilkan semua postingan

Persib Waspadai Lini Depan Deltras



Kendati yakin bisa meraih hasil positif, pelatih Persib Bandung, Jovo Cuckovic sangat mewaspadai kekuatan Deltras Sidoarjo, terutama lini depannya yang dimotori Marcio Souza Da Silva dan Cristiano Lopes. Karena itu, pada sesi latihan pagi di Lapangan Lebo Sidoarjo, Kamis (30/9), Jovo sempat memberikan program latihan yang difokuskan untuk lini pertahanan.

"Saya sudah lihat langsung permainan mereka. Deltras tim yang bagus karena punya materi pemain yang baik juga, terutama lini depannya," kata Jovo di Hotel The Sun, Jln. Pahlawan No. 1 Sidoarjo, Kamis (30/9).

Wartawan "GM", Endan Suhendra dan Anwari Januar Mulyana melaporkan, sesi latihan, Kamis (30/9) pagi masih belum diikuti Atep dan Airlangga yang meminta izin pulang ke Bandung. Kali ini, latihan langsung dipimpin Jovo yang sehari sebelumnya absen lantaran harus memantau pertandingan Deltras melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Dikatakan Jovo, selain pressing ketat, untuk meredam serangan lawan yang diperlu ditingkatkan oleh pemain belakang Persib, masalah lainnya adalah komunikasi.

"Kemarin (lawan Persela, red) gol ke gawang kita terjadi karena tidak ada komunikasi. Markus diam, Nova tidak bicara. Begitu juga dengan Maman. Mestinya, mereka berbicara," kata pelatih berusia 61 tahun ini.

Selain persoalan komunikasi, Jovo juga mengatakan, masalah terbesar yang sedang dihadapi Persib adalah buruknya pergerakan pemain di lapangan.

"Setelah memberikan umpan, pemain lebih banyak diam. Padahal mereka seharusnya terus bergerak untuk membantu pemain lainnya. Soal panas yang dikeluhkan para pemain, itu bukan masalah. Karena lawan pun main di tempat yang sama," katanya.

Karena itu, pada sesi latihan pagi kemarin, Jovo berusaha memperbaiki dan terus mengingatkan para pemainnya untuk tidak mengulangi kesalahan seperti pada pertandingan melawan Persela. Dalam sebuah game yang dilakukan, Jovo berulang kali menghentikan pertandingan karena para pemain tetap melakukan kesalahan.

"Pemain masih terus melakukan kesalahan. Tapi tidak apa-apa, kita memperbaiki diri selangkah demi selangkah," katanya.

Dalam sesi latihan kemarin, Jovo menempatkan Markus Horison Rihihina (kiper), Nova Arianto, Maman Abdurahman, Wildansyah, Baihakki Bin Khaizan (belakang), Shahril Ishak, Siswanto, Eka Ramdani, Hariono (tengah), Cristian Gonzales, dan Pablo Alejandro Frances di tim utama. Namun asisten pelatih Persib, Robby Darwis membantah kalau komposisi tersebut akan diturunkan pada saat melawan Deltras di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (2/10).

Jovo Tampak Semangat Pimpin Latihan



Tim Persib Bandung kembali menggelar latihan di Lapangan SSB Garuda, Deso Lebo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (30/9) pagi. Latihan ini untuk mempersiapkan tim pada pertandingan kedua melawan Deltras Sidoarjo pada Liga Super Indonesia, Sabtu (2/10) malam.

Latihan dipimpin langsung pelatih Kepala Jovo Cuckovic didampingi asisten pelatih Robby Darwis. Latihan dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 09.00. Sebelumnya, Jovo melakukan penandatangan kontrak dengan manajemen Persib di The Sun Hotel tempat tim menginap, Rabu (29/9) malam.

Setelah melakukan pemanasan dengan mengelilingi lapangan dan pemanasan otot, para pemain berlatih bekerja sama dalam mengumpan bola umpan pendek dan lambung.

Dalam pantauan Tribun, pelatih Jovo terlihat bersemangat dengan mengatur strategi pemain dan memberikan instruksi.

Status Jovo Sudah Disahkan PT LI



Pertanyaan kenapa pelatih Persib Bandung, Jovo Cuckovic tidak mendampingi timnya di bangku cadangan pada saat menghadapi Persela Lamongan di Stadion Surajaya Lamongan, Selasa (28/9), akhirnya terkuak. PT Liga Indonesia (LI) memastikan, status Jovo sudah disahkan dan sebenarnya sudah bisa mendampingi timnya sejak pertandingan melawan Persela tersebut.

"Dia (Jovo, red) tidak ada masalah dengan administrasi. Saya sendiri tidak tahu kenapa dia tidak bisa mendampingi Persib di lapangan," kata Direktur Eksekutif PT LI, Joko Driyono kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, seperti dikutip vivanews.com, Rabu (29/9). Manajer Persib, H. Umuh Muchtar membenarkan tentang sudah adanya pengesahan terhadap status Jovo tersebut. Mengenai "ketiadaan" pelatih asal Serbia tersebut di bangku cadangan pada saat menghadapi Persela, Umuh mengatakan, keputusan tersebut tidak terlepas dari keraguan terhadap status Jovo pada saat itu.

"Waktu itu (lawan Persela, red), kita masih ragu dengan status Jovo, karena surat resmi pengesahannya belum kita terima. Daripada ada masalah di kemudian hari, kita memutuskan menghapuskan nama Jovo dari daftar susunan pemain dan ofisial tim," kata Umuh kepada wartawan "GM", Endan Suhendra dan Anwari Januar Mulyana di lobi Hotel The Sun, Jln. Pahlawan No. 1 Sidoarjo, Rabu (29/9).

Untuk pertandingan melawan Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (2/10) mendatang, Umuh sudah bisa memastikan, Jovo akan mendampingi tim di bangku cadangan. "Sekarang, kita sudah yakin kalau Jovo sudah disahkan PT LI. Semua masalah adminitrasinya pun sudah kita bereskan, termasuk penandatanganan kontraknya," kata Umuh.

Setelah dipastikan bisa mendampingi timnya pada saat menghadapi Deltras, Jovo mengaku sangat senang. Perasaan bahagia Jovo semakin bertambah karena pada Rabu (29/9) malam, ia secara resmi menandatangani kontrak kerja selama satu musim bersama Persib Bandung. "Yang, saya sedang happy," katanya, ketika ditanya wartawan tentang perasaannya usai menandatangani kontrak kerja.

Administrasi Shahril Tuntas



Gelandang anyar Persib asal Singapura, Muhammad Shahril bin Ishak, akhirnya bisa berlaga memperkuat Persib melawan Deltras Sidoarjo, Sabtu (2/10) mendatang. Persoalan administrasi dengan klub lamanya dan syarat administrasi yang diminta PT Liga Indonesia sudah seluruhnya terpenuhi.

Menurut asisten pelatih Persib, Robby Darwis, dengan hadirnya Shahril akan semakin memperkuat skuad Persib menghadapi tim promosi, Deltras, yang secara mengejutkan mengalahkan juara bertahan Piala Indonesia, Siriwjaya FC 3-1, Rabu (29/9) sore.

Shahril sendiri sudah mulai gabung latihan dengan skuad Persib sore tadi, setelah beberapa hari terakhir harus mengurusi masalah administrasi dengan tim lamanya di Singapura. Shahril ngotot untuk segera berkostum Persib karena ingin merasakan atmosfer sepak bola Indonesia yang jauh lebih ketat di bandingkan Liga Singapura.

Kepindahan Shahril dari klub lamanya ke Persib memang cukup mengagetkan. Saat itu Shahril berani memutuskan kontrak yang masih tersisa tiga bulan dengan Home United Singapura. Shahril memang berani melakukan itu karena kompetisi Liga Indonesia sudah bergulir sementara Liga Singapura sudah selesai seminggu lalu.

Ketika Persib melakoni laga perdana melawan Persela, PT Liga Indonesia tidak mengizinkan Shahril memperkuat Persib karena Persib harus menyelesaikan dulu urusan administrasi dengan Home United.

"Kemungkinan besar Shahril sudah bisa bermain melawan Deltras. Masalah administrasi sudah diselesaikannya. Mudah-mudahan tak ada persoalan lagi untuk menurunkan Shahril nanti," kata Robby, seusai memimpin latihan di Sidoarjo, Rabu (29/9) sore.

Timnas Maladewa Diagendakan Melawan Persib



Timnas Maladewa diagendakan melakukan uji coba melawan Persib senior atau Persib U-21 pada 9 Oktober mendatang. Sementara Maladewa akan bertandingan melawan Timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pada 12 Oktober.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif mengatakan bahwa pihak Maladewa berharap selama di Indonesia mendapatkan kesempatan uji coba dua kali. Oleh karena itu, keinginan pihak Maladewa itu akan diberikan kepada Persib senior atau Persib U-21. Pertandingannya akan digelar di Bandung, sehari setelah timnas beruji coba melawan Uruguay.

"Maladewa menjadwalkan dua kali pertandingan persahabatan di Indonesia. BTN juga diminta untuk mencarikan lawan terbaik untuk mereka. Kami pun mengajukan Persib senior atau U-21, tetapi akan kita cek lagi, apakah itu lawan terbaik yang bisa didapatkan atau tidak," ujarnya kepada "PR" di Jakarta, Rabu (29/9).

Mengenai pertandingan yang akan digelar sebelum melawan timnas, menurut Iman, itu sebagai pemanasan Maladewa. Namun, di luar itu semua, Iman mengaku hal ini menguntungkan untuk klub yang terpilih. "Kendati banyak yang menyayangkan pergantian Honduras dengan Maladewa, tetapi ini memberikan keuntungan lain. Kita bisa memanfaatkan kedatangan mereka untuk persiapan tim muda," ujarnya.

Seperti yang diketahui, kedatangan Maladewa sebagai pengganti Honduras untuk laga uji coba timnas sebenarnya banyak disayangkan banyak pihak. Pasalnya, secara peringkat Maladewa jelas memiliki peringkat yang lebih lemah dari Indonesia yang kini berada di urutan 131 besar dunia.

"Meski lawan tidak terlalu tinggi levelnya, tetapi prinsip untuk melakukan uji coba dengan satu tim kuat dan satu tim lemah atau seimbang sudah tercapai. Begitu juga untuk uji coba bulan depan melawan Pantai Gading, Cina, dan Timor Leste," ujar Iman.

Ketua LOC (panpel lokal) Joko Driyono mengatakan pertandingan melawan Persib senior atau Persib U-21 masih tentatif. Ia masih akan menanyakan kesiapan dari pihak Persib, termasuk tempat stadion pertandingan. "Jika Stadion Siliwangi sekarang sudah mulai bagus, dan Persib siap, kami akan mengagendakan Maladewa dengan Persib. Terserah, Persib apakah mau memainkan senior atau U-21," ujar Joko.

Sementara itu, terkait persiapan komersil untuk laga melawan Maladewa, ketua panpel lokal, Joko Driyono mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan, terutama untuk masalah tempat, jam kick off, dan mekanisme tiket. Dari sisi komersil tentu laga melawan Maladewa tidak memiliki tingkat komersil yang tinggi, karena secara peringkat maupun ketenaran para pemainnya jauh di bawah para pemain Uruguay.

"Untuk itu, dengan mempertimbangkan komersil ada kemungkinan pertandingan timnas melawan Maladewa ini tidak akan digelar di Jakarta," kata Joko.

Menurut Joko, sebagai LOC tentu kepentingannya adalah pemasukan uang dari tiketing, karena pertimbangan ketertarikan masyarakat, maka ada kemungkinan pertandingan akan dipindah ke daerah, misalnya di Palembang.

Sepakbola Nasional Masih Jadi Tontonan Favorit


Antv tidak tertarik untuk menayangkan pertandingan kompetisi sepakbola Eropa.


Persib Bandung (GOAL.com)
Galeri Foto
Perbesar
Persib Bandung (GOAL.com)

Hal-Hal Terkait

Tim

Direktur pemberitaan, olahraga, dan komunikasi korporat antv Azkarim Zaini mengungkapkan, hingga saat ini tayangan langsung sepakbola nasional masih menjadi favorit sebagian besar mayarakat di Indonesia.

Menurut Azkarim, Superliga Indonesia hingga sekarang menempati rating tertinggi dibandingkan acara lainnya pada jam yang sama. Antv pun tidak khawatir harus bersaing dengan sinetron maupun kompetisi sepakbola Eropa.

Menurutnya, tayangan sepakbola nasional, bukan hanya disaksikan penggemar sepakbola saja, tapi sudah menjadi tontonan keluarga. Karena itu, sepakbola nasional tetap 'merajai' tayangan di televisi.

“Saat ini kami tidak akan pernah menayangkan pertandingan kompetisi sepakbola di luar negeri. Kami masih percaya diri siaran langsung sepakbola nasional. Apalagi tayangan langsung sepakbola nasional menempati rating tertinggi mengalahkan sinetron. Sepakbola nasionaln sudah menjadi tontonan keluarga, sedangkan sepakbola luar negeri baru sebatas penggemar sepakbola,” ujar Azkarim.

“Jika kami menayangkan pertandingan Persib atau Arema maka sudah jelas penontonnya. Jika Persib disiarkan, maka hampir seluruh warga Jawa Barat menyaksikan pertandingannya. Begitu juga kalau Arema yang disiarkan. Separuh Jawa Timur akan menonton laga itu.”

Jovo Kandidat Kuat Pengganti Darko



Siapa pelatih yang akan menggantikan Darko? Menurut manajer Persib, Umuh Muhtar, sudah disiapkan 2 orang pelatih yang disiapkan sebagai penggantinya.

Kandidat terkuat untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan Persib yaitu mantan asisten Darko musim ini yaitu Jovo Cuckovic. Jovo diproyeksikan untuk menjadi pelatih kepala Persib.

"Penggantinya yang terkuat adalah Jovo. Kita dan konsorsium sepakat untuk sementara kandidatnya adalah Jovo, dia yang akan diproyeksikan," kata Umuh

Janackovic Akhirnya Diberhentikan



Daniel Darko Janackovic pada akhirnya diberhentikan Persib sebagai pelatih kepala. Keputusan tersebut dihasilkan melalui rapat antara konsorsium dan manajemen, Kamis (23/9) malam. Hal itu diungkapkan Manajer Persib, Umuh Muchtar ketika ditemui di Lapangan Stadion Persib, Jumat (24/9) pagi.

Menurut Umuh, sebagai konsekuensi dilengserkannya Janackovic, asisten pelatih Jovo Cuckovic, asal Serbia akan naik menjadi pelatih kepala. Jovo pun telah menyatakan kesediaannya untuk melatih Persib.

"Hal itu sudah dikonfirmasikan oleh Farhan (Wakil Direktur PT PBB) kepada Jovo katanya dia bersedia. Dipastikan dia akan segera datang ke Bandung hari ini juga. Janackovic sudah tidak mungkin dipertahankan. Hal itu untuk kebaikan Persib juga," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Umuh, apabila Jovo batal, pihaknya telah menyiapkan alternatif pelatih lainnya asal Inggris yang sudah berpengalaman pada sepak bola Asia. "Namanya itu Steve atau Steven yah saya belum jelas namanya," ucap dia.

Selain pelatih, Umuh menambahkan, pada pertemuan tersebut dibahas pula mengenai sikap pemain. Hal itu terutama mengenai sikap Markus di Cirebon pekan lalu. "Saya tidak ingin kejadian seperti kemarin terjadi lagi, karena itu kejadian pertama selama 77 tahun ini," ujar dia

Persib Dapat Jatah 8 Siaran Langsung



Persib Bandung mendapatkan jatah delapan siaran pada putaran pertama Djarum Liga Super Indonesia (DLSI) 2010/2011 yang akan dimulai pada Minggu (26/9) ini.

Dari delapan jatah siaran langsung empat laga dimainkan malam hari dan empat laga lainnya main di sore hari. Dari media broadcast DLSI ANTV, delapan laga Persib yang akan disiarkan secara langsung pada malam hari, pukul 19.00 WIB yakni laga Persib melawan Persiba Balikpapan (16/10), PSM Makassar (23/10), Persijap Jepara (8/1), dan Arema Indonesia (23/1).

Sementara delapan pertandingan yang digelar sore, pukul 15.30 WIB yakni laga Persib melawan Persibo Bojonegoro (5/1), Persema Malang (26/1), Pelita Jaya Karawang (6/2), dan Semen Padang (9/2).

Head of Sport ANTV Reva Dedy Utama menuturkan, jadwal siaran langsung ini sifatnya tentatif, masih bisa ada perubahan seiring perkembangan yang terjadi. Menurut Dedy, untuk musim ini, pihaknya akan menayangkan pertandingan DLSI setiap hari mulai Senin hingga Minggu, dengan total pertandingan 150 siaran langsung. Akhir pekan, Sabtu dan Minggu siaran langsung akan ditayangkan dua kali mulai pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB.

"Perbedaan dengan musim lalu, kali ini, siaran langsung tidak hanya terfokus pada pertandingan yang digelar di Pulau Jawa saja, tapi juga di luar Jawa, yakni di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi yang mendapatkan jatah kuota siaran langsung yang lebih besar porsinya dibanding tahun lalu," tuturnya saat perkenalan DLSI 2010/2011 di Planet Hollywood, Jakarta, Kamis (23/9).

Untuk laga perdana DLSI, pihak ANTV akan menyiarkan dua laga bigmatch secara langsung berurutan yakni antara tim promosi Semen Padang melawan runner up musim lalu Persipura Jayapura, kemudian dilanjutkan dengan laga antara PSPS Pekanbaru melawan Persija Jakarta," katanya

Sebilah Kujang, Jati Diri "Pangeran Biru"



KOSTUM Persib yang diproduksi Joma kini bukan sekadar menjadi turun-temurun kostum yang monoton dari setiap musimnya. Kini sebilah kujang, senjata pusaka tradisi tatar Sunda menghiasi seragam kebanggaan tim asal Jawa Barat itu untuk musim kompetisi 2010-2011. Atas dasar apakah sang perancang melibatkan senjata warisan nenek moyang itu ke dalam dunia si kulit bundar?

Achmad Gunawan Anwar, sang desainer menjelaskan secara sederhana arti filosofi kujang yang melekat tajam pada kostum Eka Ramdani dkk. yang telah diperkenalkan kepada publik pada peluncuran tim, Rabu (22/9) lalu. Menurut lelaki yang akrab disapa Iwan itu, kujang sebagai representatif Persib zaman sekarang.

"Jadi Persib bukan sekadar tim sepak bola. Persib kini menjadi budaya. Ibu-ibu, bapak-bapak hingga semua kalangan di Jabar telah mengenal Persib. Dengan demikian, saya wakilkan dengan senjata kujang," ujar lelaki 30 tahun itu.

Iwan menuturkan, senjata kujang tersebut melekat di bagian depan dan belakang seragam Persib meski pada dasarnya orang Sunda yang seperti dilihat pada acara pernikahan, sang mempelai laki-laki menyimpan kujang di belakang. Hal itu menandakan bahwa orang tersebut merupakan sosok yang rendah hati dan berani. Sementara itu kujang yang terpampang di depan seragam merupakan sebuah bayangan.

"Pada sebilah kujang tersebut terdapat lima lubang, hal itu menyimbolkan kesatria atau pertahanan. Kalau saya artikan, Persib adalah pertahanan atau ksatria Jabar. Selain itu, di depan seragam saya tambahkan garis-garis halus di depan seperti pagar. Pagar yang kami maksud adalah pagar bambu bukan pagar besi karena besi susah didapat, sedangkan bambu ada di mana saja. Arti bambu tersebut pun menyimbolkan sebuah pertahanan juga," kata lulusan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia (STISI) Bandung ini.

Selain itu, lelaki berkaca mata itu menerapkan konsep desain busana kerajaan Sunda pada kerah kostum Persib tersebut. Pada kerah kostum tersebut lancip mengarah ke bawah. "Pada kerah bagian belakang, saya menuliskan `Pangeran Biru` bukan Maung. Dulu si bulao (biru), saya harapkan bahwa pemain Persib ini pangeran untuk Jabar. Jadi pola pikir bobotoh itu terhadap Persib jadinya `Pangeran Bulao`," tutur karyawan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) itu.

Ia menambahkan, sejarah polet putih pada garis lengan yang melengkung ke bawah, merupakan elemen sporty dari tahun ke tahun.

Iwan tidak hanya menekankan pada arti folisofi dan seni pada kostum tersebut. Iwan tetap mengedepankan kenyamanan kostum apabila dikenakan pemain. Ia menggunakan dua bahan yang berbeda yaitu polyester dan dry max. Fokusnya, dia ingin menerapkan teknologi tekstil yang membuat hangat pemainnya ketika cuaca dingin dan membuat adem pemain ketika cuaca panas.

"Bahan dry max ini bertekstur lubang-lubang. Fungsinya sebagai pori-pori untuk mengeluarkan keringat di dada dan punggung sebagai pangkal keringat dan mempercepat proses pengeringan. Setelah itu, bahan tersebut bisa menyerap udara dan menyesuaikan dengan suhu badan pemain. Sementara itu, bahan polyester untuk membuat sedikit hangat. Semua bahan ini saya gunakan untuk seragam kiper," ujarnya.

Selain Persib, Joma penyedia kostum asal Spanyol ini menysponsori timnas Honduras dan Sevilla. "Kostum Persib ini adalah satu-satunya kostum yang dilepas Joma untuk Indonesia," ujar Iwan.

Kostum ini hanya baru bisa dibeli di Kantor PT Persib Bandung Bermartabat, Jln. Sulanjana No 17 Bandung dengan harga Rp 299.000 untuk yang polos, dan Rp 399.000 untuk kostum yang sudah dilengkapi dengan sponsor, nomor punggung, dan nama.

Lima Pelatih Disiapkan



Manajemen Persib Bandung menyiapkan 5 pelatih baru sebagai antisipasi jika Darko-Daniel Janackovic mengundurkan diri menjadi pelatih. Kelima pelatih tersebut merupakan 2 pelatih asing dan 3 pelatih lokal.

"Kita sudah menyiapkan pelatih lain jika ternyata Darko tidak lagi melatih Persib. Ini antisipasi yang harus disiapkan oleh kita," ujar Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muctar di sela-sela launching Persib Bandung di Stadion Siliwangi, Rabu (22/9).

Diakui Umuh, nasib Darko memang baru akan ditentukan dalam rapat bersama konsorsium yang akan dilakukan pada Kamis (23/9) di Jakarta. Untuk posisi pelatih, manajemen memang akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan konsorsium.

"Mudah-mudahan Jumat (24/9) pagi sudah ada keputusan. Kita ingin agar masalah pelatih segera selesai," ujar Umuh.

Seperti diketahui, sejak insiden percekcokan dengan penjaga gawang Markus Horison Rihihina yang berujung mogok berlatih para pemain Persib, Darko tidak pernah muncul lagi di Bandung. Dan saat ini, Darko masih berada di Jakarta. Ia pun tidak muncul saat launching Persib di Stadion Siliwangi kemarin.

"Kita berharap ini merupakan ujian yang bisa diambil hikmahnya oleh Persib. Kita ingin agar ke depan tidak ada masalah lagi," kata Umuh.

Namun, Umuh belum secara tegas menyebut kelima calon pelatih yang dimaksudnya. Ia hanya sedikit memberikan bocoran bahwa salah satu pelatih asing yang diincar telah berkiprah di Singapura dan Malaysia. Pelatih tersebut diyakini memiliki kemampuan berbahasa Melayu. "Ya, pokoknya ada lah. Nanti saja kalau sudah pasti," kilahnya.

Sejumlah nama calon pelatih yang sempat beredar untuk menggantikan Darko di antaranya mantan pelatih timnas Benny Dollo, Danurwindo, dan Bambang Nurdiansyah. Sedangkan pelatih asing yang diduga diincar oleh Persib yaitu Fandi Ahmad dan Raja Issa.

Mau Juara, Persib Harus Kompak



Mau Juara, Persib Harus Kompak
STD. SILIWANGI,(GM)-
Seluruh anggota tim Persib Bandung, dari mulai pemain, ofisial tim hingga pengurus dituntut menjaga kekompakan dan kebersamaan jika ingin mengakhiri masa paceklik gelar juara. Sebab materi pemain mumpuni dan berkualitas tinggi pun dinilai belum cukup untuk mengantarkan sebuah tim menjadi yang terbaik.

Pandangan tersebut dilontarkan sejumlah mantan pemain yang pernah mempersembahkan mahkota juara bagi Persib pada acara launching tim di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (22/9). "Kalau melihat tim yang sekarang, yang dibutuhkan Persib tinggal layeutna (kebersamaannya, red). Kalau materi dan hal lainnya, saya kira sudah cukup bagus," kata penjaga gawang Persib ketika menjuarai Kompetisi Perserikatan 1986, Sobur.

Kekey Zakaria, striker Persib ketika menjadi kampiun Kompetisi Perserikatan 1993/1994 dan Liga Indonesia (LI) I 1994/1995, sependapat dengan Sobur. "Kebersamaan adalah kunci menjadi juara. Itulah yang terjadi di era kami," kata duet sehati Sutiono Lamso ini.

Karena itu, menghadapi Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2010, Persib dituntut segera menuntaskan persoalan internal, termasuk konflik antara pelatih, pemain, dan ofisial tim. Sebab seperti dituturkan salah seorang pentolan pemain Persib 1986, Djafar Sidik, persoalan internal tim tersebut bisa menjadi kendala serius dalam mewujudkan target juara.

"Kompetisi sudah dekat. Harusnya persoalan seperti itu sudah tidak terjadi lagi. Saya hanya berharap, segala persoalan internal bisa segera diselesaikan," kata anggota legislatif DPRD Kab. Sumedang ini.

Wali Kota Bandung yang merupakan mantan Ketua Umum Persib, Dada Rosada sempat menyoroti konflik internal ini dalam kata sambutannya. "Warga Kota Bandung sudah merindukan Persib juara. Karena itu, mudah-mudahan konflik internal di Persib sudah tidak ada lagi," katanya.

Menanggapi hal itu, Manajer Persib, H. Umuh Muchtar memastikan, persoalan internal yang terjadi di tubuh timnya sudah bisa diselesaikan dengan baik. "Soal masalah internal sudah tidak ada lagi. Apa yang telah terjadi, kita ambil saja hikmahnya. Soal pelatih pun akan kita selesaikan dengan baik. Sekarang tim sudah kondusif lagi," paparnya.

Persib Tanpa Darko



Untuk pertama kalinya sejak tradisi launching tim dilakukan, acara perkenalan seluruh anggota skuad Persib Bandung yang akan tampil di Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011, di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (22/9), kemungkinan besar tidak akan dihadiri pelatih kepala.

Pasalnya pasca-insiden percekcokannya dengan Markus Horison Rihihina yang berbuntut berakhirnya masa pemusatan latihan sebelum waktunya, pelatih Darko-Daniel Janackovic dan asisten Jovo Cuckovic, tak pernah muncul lagi dalam sesi latihan Persib. Berdasarkan informasi yang didapatkan "GM", Selasa (21/9), untuk sementara Janackovic dan Jovo "diungsikan" ke Jakarta. Hingga Selasa (21/9) malam, manajemen klub Persib pun belum memberikan klarifikasi dan keterangan resmi menyangkut masa depan Janackovic.

Manajer Persib, H. Umuh Muchtar yang tengah berada di Jakarta dikabarkan sedang mengadakan pembicaraan dengan konsorsium, pihak yang mendatangkan Janackovic ke Persib. Namun Umuh pun belum mengumumkan hasil pertemuan dengan konsorsium yang hampir dipastikan agenda utamanya membahas masa depan Janackovic tersebut.

Menurut sumber di internal tim Persib, karena kehadirannya sudah tidak diterima para pemain, kemungkinan besar Janackovic bakal meninggalkan tim yang sudah ditanganinya sejak awal Agustus lalu ini. Jika informasi itu benar, pada saat launching tim, Persib hanya akan memperkenalkan dua asisten pelatih saja, yaitu Robby Darwis dan Anwar Sanusi (pelatih kiper).

"Saya tidak tahu apakah Darko bakal ada saat launching tim atau tidak. Satu hal yang pasti, untuk sementara saya ditugasi manajemen klub untuk melatih tim," kata Robby, usai sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Selasa (21/9).

Selain tim pelatih, dalam launching tim tersebut sebanyak 23 pemain yang sudah resmi dikontrak Persib akan diperkenalkan kepada publik sepak bola Bandung. Menurut Ketua Panpel Launching Tim Persib, Budi Bram Rachman, kostum resmi Persib pada LSI 2010/ 2011 yang merupakan produk Joma dan deretan sponsor Persib pun akan turut diperkenalkan.

Pertandingan ekshibisi

Dikatakan Bram, setelah diperkenalkan kepada publik sepak bola Bandung, para pemain Persib akan langsung menjalani pertandingan ekshibisi melawan Persib U-21 dan mantan pemain Persib.

Meski hanya pertandingan ekshibisi, Robby memastikan, dirinya akan memaksimalkan laga ini karena Persib tidak memiliki kesempatan lagi untuk melakukan pertandingan uji coba. Pasalnya, pada Minggu (26/9), Nova Arianto dan kawan-kawan harus sudah terbang ke Jawa Timur untuk melakoni dua laga awal melawan Persela Lamongan (28/9) dan Deltras Sidoarjo (2/10).

Rencananya, acara launching tim Persib ini akan dihadiri Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf.

Shahril Ishak Tiba di Bandung



Kapten tim nasional Singapura, Shahril Ishak, telah tiba di Bandung. Ia datang tepat pada saat acara peluncuran Persib di Stadion Siliwangi, Bandung, Rabu (22/9). Meskipun tidak ikut diperkenalkan saat peluncuran, Shahril ikut berfoto bersama pemain Persib lainnya sesaat sebelum pertandingan melawan Persib U-21 dimulai.

Ditemui di ruang ganti pemain, Shahril mengatakan bahwa dirinya baru tiba di Bandung, Rabu (22/9) sore. "Saya baru satu jam di sini. Saya tiba disini sekitar pukul 16.00 WIB," ujarnya.

Melihat antusias dan jumlah suporter Persib yang begitu banyak, Shahril mengaku terharu. "Banyak sekali suporternya, tidak seperti di Singapura. Saya sangat bersyukur bisa berada di sini," katanya.

Shahril mengaku belum melakukan pembicaraan kontrak dengan pihak manajemen Persib. Namun, dia mengatakan sangat menginginkan untuk bisa bergabung dengan Persib. "Ingin sekali, malah mungkin harus," ujarnya tersenyum.

Bahkan untuk bisa bergabung bersama Persib, Shahril mengaku mempercepat masa kontraknya di Singapura. "Di sana kompetisi sudah selesai, jadi saya bebas. Kontrak saya di sana harusnya berakhir Desember. Namun, saya percepat tiga bulan, agar saya bisa bergabung di sini," ucapnya.

Selain Shahril, ada satu sosok pemain asing baru lainnya yang berada di ruang ganti. Ia adalah mantan pemain PSM Makasar, Luis Alejandro Pena Sanhueza.

Ia mengatakan, kedatangannya di Bandung adalah atas permintaan manajemen Persib yang berkoordinasi dengan agennya. "Baru kemarin agen menghubungi saya untuk segera datang ke Bandung," tutur pemain asal Cile itu.

Ia menuturkan, belum mengetahui banyak tentang tim "Maung Bandung". Namun, kerja keras dan menciptakan prestasi adalah hal yang akan dilakukannya jika bergabung menjadi pemain Persib. Tidak seperti Shahril yang telah disediakan kostum, Luis Pane tidak menggunakan kostum Persib pada saat acara tersebut.

Sementara itu, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mengatakan bahwa kedua pemain baru tersebut akan mengikuti proses seleksi pada latihan Kamis (23/9). Ia mengatakan, telah membicarakan hal tersebut kepada kedua agen pemain baru itu.

"Seleksi harus dilakukan karena saya tidak ingin membeli pemain sepeti kucing dalam karung. Bisa jadi saat pertandingan melawan Persela nanti mereka berdua dibawa," katanya seusai memberikan sambutan pada acara peluncuran tersebut.

Meskipun tidak menegaskan apakah mereka berdua akan direkrut, kemungkinan Shahril bergabung dengan Persib tampaknya sangat jelas. Hal ini terlihat pada saat acara tersebut, Shahril mengenakan kostum tim Persib berwarna putih dengan nomor punggung 17, lengkap dengan namanya terpampang pada bagian belakang kostum. Sementara Luis Pane tidak mengenakan kostum seperti Shahril.

Teringat Tony Pogacnik



KEHADIRAN pelatih asal Serbia, Darko-Daniel Janackovic di Persib Bandung mengangkat kembali memori Emen Suwarman, yang sudah lama terpendam. Gaya kepemimpinan Janackovic yang sangat mengedepankan disiplin dan kebersamaan di dalam tim mengingatkan masseur Persib ini kepada Tony Pogacnik, pelatih tim nasional Indonesia antara tahun 1954 hingga 1964.

"Pogacnik juga orang Yugoslavia (negara induk Serbia, red). Saya sempat dilatihnya selama empat tahun di tim nasional. Seperti halnya Darko, Pogacnik juga sangat disiplin dan membangun tim dengan asas kebersamaan. Mungkin seperti itulah gaya kepemimpinan Eropa Timur," kata Emen ketika berbincang dengan "GM" di sela-sela sesi latihan sore Persib di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jln. Setiabudhi Bandung, Jumat (6/8).

Atas dasar pengalamannya ketika masih aktif sebagai pemain, Emen yang merupakan anggota skuad "Merah-Putih" ketika menjuarai Merdeka Games 1962, mengaku sangat setuju dengan cara Janackovic menangani Persib.

"Dalam sepak bola, yang namanya disiplin dan kebersamaan itu sangat penting. Untuk membangun kedisiplinan dan kebersamaan itu dimulai dari hal-hal kecil di luar lapangan. Misalnya, makan bersama, berangkat latihan bersama-sama dan banyak hal lagi," paparnya.

Dikatakan Emen, hal-hal kecil yang dilakukan secara bersama di luar lapangan itu bisa terbawa ke dalam lapangan. "Pada saat makan bersama misalnya, para pemain pasti akan ngobrol tentang keinginan mereka masing-masing dan saling mempelajari karakter pemain lainnya," ujar masseur yang akrab disapa Guru Emen ini.

Emen berharap, apa yang telah dirintis Janackovic di Persib itu bisa membuahkan hasil positif buat tim kebanggaan Kota Bandung ini. "Dulu, Tony sukses karena dua hal itu, disiplin dan kebersamaan".

Tak Semua Tolak Janackovic



Ternyata tidak semua pemain Persib menolak dilatih Daniel Darko Janackovic. Gelandang Eka Ramdani memperlihatkan sikap sebagai pemain profesional. Eka mengaku tidak keberatan dilatih siapa pun, termasuk Janackovic. Bagi dia, pelatih harus bisa menjaga komitmen dengan pemain.

"Saya memang lima hari pertama dengan pelatih lalu ikut pemusatan latihan dengan timnas. Mengenai sikap Daniel, itu saya mendengar dari teman-teman yang mengikuti latihan bersama Daniel. Sebenarnya, saya melihat permasalahan kami itu hanya pada komunikasi. Dia seakan menutup celah untuk menerima pendapat pemain," ucap Eka yang ditemui seusai menghadiri penandatanganan kontrak kerja sama sponsor Persib di Gedung PT PBB, Jln. Sulanjana Bandung, Selasa (21/9).

Eka mengharapkan, walaupun Janackovic kemungkinan kembali ke Persib, harus ada perubahan dalam dirinya, begitu pula dengan pemain. Pasalnya, tim sudah tidak mempunyai waktu untuk mengurusi masalah yang saat ini terjadi. Awal kompetisi semakin mendekat, tim harus konsentrasi dengan pertandingan. "Saya harap Pelatih nanti bisa bekerja sama dengan pemain dan membuat tim solid," ucapnya.

Sementara itu, Pelatih Daniel Darko Janackovic melalui penerjemahnya, Ino Imran, mengatakan, posisinya kini masih berada di Jakarta menunggu keputusan dari PT Persib Bandung Bermartabat. Menurut Ino, belum diketahui kepastian pelatih asal Prancis itu ke Bandung.

"Aku lagi nunggu kabar dari konsorsium kalau Daniel hampir dikeluarin dan wartawan Bandung enggak mau wawancara (langsung ke Jakarta), dia bakal beberin tuh semuanya ke yang lain (wartawan di Jakarta) mungkin. Ya, wajar sih kalau jadi Daniel, orang enggak salah kok dikorbanin," ujarnya melalui pesan singkat yang dikirimkan kepada wartawan, Selasa (21/9).

Sementara itu, dalam status yang muncul dari akun jejaring sosial milik Janackovic, ia sempat menuliskan gambaran suasana dirinya pada Selasa, (21/0) pukul 4.00 WIB, dengan bahasa Inggris. Ia menulis, "Very soon, you gonna know all true" (Dalam waktu dekat, Anda akan tahu kebenarannya)."

Janackovic, Ino, dan Asisten Pelatih Jovo Cuckovic meninggalkan Bandung sejak Senin (20/9) siang lalu. Melalui Ino, Janackovic tidak mengintrusikan anak asuhnya untuk berlatih. Ia mengakui latihan Senin yang digelar tanpa kehadiran dirinya di lapangan di luar tanggung jawab mereka karena mereka sama sekali tidak mengetahui Persib akan berlatih seusai kepulangannya dari Cirebon.

Pada sesi latihan pagi di Stadion Persib, sama seperti latihan Persib pada Senin kemarin lusa, latihan hanya dipimpin Asisten Pelatih Persib Robby Darwis dan Anwar Sanusi (pelatih kiper). Robby mengatakan, pascakekisruhan yang terjadi di Cirebon, tidak ada komunikasi (hilang kontak) antara dia dan Janackovic. Sejak hari itu, Robby mengaku tidak mengetahui mengenai kabar Janackovic.

"Yang jelas, saya dan Anwar untuk sementara bertanggung jawab memimpin latihan di sini karena perintah dari manajemen seperti itu," ujarnya ketika ditemui seusai latihan pagi di Stadion Persib Bandung, Jln. Ahmad Yani.

Ketidakpastian mengenai dipertahankan atau digantinya Janackovic saat ini menjadi pembicaraan hangat mengingat waktu kompetisi yang sudah di depan mata. Selain itu, Rabu (22/9) ini, Persib akan melakukan peluncuran di Stadion Siliwangi.

Robby menuturkan tidak dapat memastikan apakah saat peluncuran hari ini di Stadion Siliwangi, Janackovic akan hadir atau tidak, atau bahkan diganti.

Sementara pada peluncuran tersebut, Robby berharap anak asuhnya dapat memanfaatkan momentum tersebut sebagai laga uji coba sebelum bertolak ke Lamongan melawan Persela, Selasa (28/9). Persib tidak memiliki waktu untuk menggelar uji coba lagi karena waktu yang semakin mendesak. Pada peluncuran tersebut, Persib akan menghadapi Persib U-21 atau Tim Pengcab PSSI Kota Bandung dan Persib Legend.

Persib Dapat Suntikan Dana dari PT Daya



Persib Bandung kembali mendapat suntikan dana dari PT Daya Adira Mustika (Daya), main delaer sepeda motor Honda di Jawa Barat. Daya menjadi sponsor utama Persib untuk tiga musim 2010-2013. Hal itu diikat dalam bentuk kerja sama yang dilakukan di PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Jln. Sulanjana, Selasa (21/9).

General Manager Part Sales & Marketing PT Daya Adira Mustika, Teddy Ramli mengatakan, kerja sama kembali tersebut dikarenakan Persib menunjukan prestasi yang cukup membanggakan di kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim lalu. Ia mengaku bangga Daya-Honda tetap mendampingi Persib.

"Kami tetap mendukung perjalanan Persib pada kompetisi LSI ini hingga tahun 2013. Semoga dukungan ini dapat menjadi dorongan moril tim Persib untuk mewujudkan impian bobotoh Persib menjadi juara LSI dan juara pada level Asia," ungkapnya.

Sebagai konsekuensi kerja sama tersebut, kata Teddy, logo Daya-Honda akan melekat pada dada kostum pemain Persib seperti musim lalu. Logo Daya-Honda tetap terpampang pada iklan A board di stadion tempat Persib berlatih dan bertanding.

Selain itu, logo Daya akan ada di seluruh apparel pemain dan official Persib. Hal itu termasuk kaos tim, celana, jaket, travel bag, sticker, hingga jadwal pertandingan. Selain itu, Daya akan melibatkan beberapa pemain untuk meramaikan kegiatan yang diadakan Daya-Honda.

Darko Layu Sebelum Berkembang



PELATIH Persib Daniel Darko Janackovic akhirnya lempar handuk. Darko memilih menyerah karena tak mampu menahan panasnya kursi pelatih Persib setelah menerima tekanan yang bertubi-tubi dari pemain, suporter, dan manajemen Persib. Darko seolah layu sebelum berkembang karena harus turun takhta sebelum Persib menjalani laga perdananya di Liga Super Indonesia melawan Persela Lamongan, 28 September mendatang.

"Saya sebenarnya ingin sekali membawa Persib juara, tetapi ternyata manajemen dan pemain tak menginginkannya. Saya memilih pergi dari Persib," kata pria yang pernah meraih gelar pelatih terbaik di liga Aljazair itu.

Sejak awal masa kepelatihannya, Darko terus mendapat tekanan dari berbagai pihak. Gaya melatihnya yang keras dan sikapnya yang tanpa kompromi dalam menyeleksi pemain rupanya mendapat perlawanan.

Karakter Darko berbeda dari beberapa pelatih yang pernah menangani Persib sebelumnya, bahkan dari pelatih yang beredar di Indonesia. Seorang pemain Persib bahkan mengaku kaget saat Darko memaksa pemain untuk tidur pada pukul 8 malam, sementara pelatih timnas mengizinkan pemain tidur hingga pukul 10 malam.
Awalnya, gaya melatih Darko sempat memberikan harapan baru dan angin segar bagi Persib yang sudah lama tak merasakan gelar juara. Cara Darko yang berbeda dari pelatih lain diharapkan menjadi obat untuk Persib yang selama ini miskin prestasi.

Permasalahan yang akhirnya membuat Darko hengkang dari Persib juga berawal dari masalah kedisiplinan pemain. Darko marah besar karena pemain terlambat saat mengikuti makan bersama. Tanpa diduga, pemain bereaksi dengan melawan pelatih dan memboikot latihan.

Kabar soal sikap pelatih yang keras terhadap pemain sebenarnya bukanlah hal baru dalam sepak bola. Jangankan soal jam makan dan tidur, tak jarang seorang pelatih profesional bahkan pernah melarang pemainnya bertemu dengan istri atau pacarnya menjelang pertandingan penting.

Dalam sepak bola pelatih memiliki hak istimewa untuk mengatur pemainnya. Berbeda dengan alam demokrasi, pemain tak memiliki hak untuk melakukan interupsi seperti layaknya anggota dewan terhadap pelatih.

Memang pelatih tidak boleh bertindak seenaknya karena seorang pemain profesional juga berhak keluar dari klub dan pindah ke klub lain sesuai dengan kontrak yang telah diteken. Namun ini berarti pemain juga tak bisa seenaknya mengancam mundur atau pindah ke klub lain karena pemain sudah meneken kontrak. Nasi sudah menjadi bubur. Darko telanjur pundung dan tak mau lagi melatih Persib.

Dengan atau tanpa Darko, Persib tetap harus maju terus menjalani pertandingan demi pertandingan di Liga Super Indonesia. Tak ada kata mundur bagi Maung Bandung.

Pelajaran berharga harus dipetik dari mundurnya Darko. Kesuksesan pemain melengserkan pelatih harus diwaspadai karena bisa menjadi bumerang bagi masa depan Persib. Apa jadinya jika pemain nantinya sering ngambek dan memboikot latihan karena pelatih terlalu keras.

Darko sudah menerima sanksi dengan batal menerima kontrak untuk melatih Persib. Namun bukan berarti pemain boleh bebas dan menikmati kemenangannya. Manajemen dan pelatih baru yang nantinya terpilih harus mampu memberikan pengertian kepada pemain Persib soal bagaimana seharusnya seorang pemain profesional bersikap, sebab tanpa itu mustahil Persib akan meraih gelar juara musim ini. Itu pun jika pemain dan manajemen dan pemain memang menginginkan gelar juara.

Markus Haris Maulana tidak profesional



Mantan bintang Persib, Adjat Sudrajat menilai imbas dari kejadian di Cirebon tersebut nama besar Persib menjadi tercoreng. Hal tersebut baru kali pertama terjadi dalam dunia sepak bola di Bandung. "Saya juga kaget," ujar Adjat yang dihubungi "PR", Senin (20/9).

Menurut Adjat, tindakan yang dilakukan kiper Markus Haris Maulana dengan memecahkan gelas di depan Daniel Darko Janackovic merupakan sikap yang tidak profesional. "Saya juga dulu termasuk pemain bandel. Sejelek apa pun pelatih, saya pasti tetap menghargai dan menghormati, karena bagaimanapun itu pelatih saya. Sebenarnya dengan menggerutu saja itu cukup wajar. Markus seharusnya cuek saja, lebih baik menggerutu karena lempar gelas merupakan tindakan tidak sopan," ucapnya.

Menurut dia, tindakan Markus memang menjadi bentuk provokasi terhadap pemain lain. "Memang kurang bagus, dan enggak usah banting gelas. Sangat disayangkan seorang profesional mencontohkan kepada pemain lainnya. Dia kan pemain senior dan timnas," katanya.

Tindakan Markus tersebut, menurut Adjat, merupakan sisi lain dari banyaknya pemain bintang di Persib. Ego mereka muncul. Padahal sebagai pemain timnas tidak semestinya bertindak seperti itu. "Sekarang di Persib enggak ada pemain panutan bagi pemain yang muda-muda," ucapnya.

Meski demikian, melihat latar belakang masalah yang menimpa Markus, Adjat menilai, tindakan telat makan siang bukanlah sikap indisipliner. Janackovic terlalu arogan, pasalnya hal itu terjadi di luar lapangan.

"Disiplin memang wajib, dan pemain wajib menuruti apa kata pelatih apabila di dalam lapangan, tetapi kalau di luar lapangan itu lain cerita. Kalau soal telat makan itu bukanlah tindakan indisipliner. Pemain itu kan profesional, mereka dibayar dan digaji untuk kompak di lapangan. Maka dari itu cari solusi bersama duduk satu meja saling memaafkan," ucapnya.

Menurut pemain yang mengantarkan Matras Bandung Raya juara pada Liga Indonesia II itu, dirinya pernah dilatih pelatih asing Henk Wullems. Akan tetapi, pelatih asal Belanda itu masih mengerti kultur Indonesia. Wullems selalu berembuk mencari solusi untuk mencari titik temu kemauan pelatih dan pemain.

Mengenai pelatih, Adjat mengakui, dari awal munculnya nama Janackovic cukup menuai kontroversi. Nama Janackovic cukup asing di dunia sepak bola, publik hanya tahu informasi datanya secara tertulis dan baku. "Sekarang harus bergerak cepat kalau mau diganti. Cari pemain itu gampang, kalau pelatih susah," ucapnya.

Ketika pemain menentukan pelatih, menurut Adjat, apabila nanti prestasi Persib merosot, hal tersebut merupakan tanggung jawab pemain dan manajer.

Persib Daftarkan 23 Pemain



Sepekan sebelum Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 bergulir, Persib Bandung secara resmi mendaftarkan 23 pemainnya ke PT Liga Indonesia (PT LI). Dalam daftar nama pemain yang didaftarkan ke PT LI pada Senin (20/9) tersebut, termasuk penjaga gawang Dadang Sudrajat yang baru menandatangani kontrak kemarin.

"Setelah mendaftarkan keikutsertaan, kita juga mendaftarkan pemain ke PT LI. Untuk sementara, pemain yang sudah didaftarkan berjumlah 23," kata Sekretaris Tim Persib, Yudiana ketika dihubungi "GM", Senin (20/9).

Pernyataan Yudiana tersebut mengindikasikan kalau Persib masih memburu pemain tambahan. Dengan sudah direkrutnya Bucek, sapaan Dadang Sudrajat, Persib memang masih menunggu tambahan dua pemain asing, masing-masing satu pemain asing asal Asia dan satu pemain non-Asia.

Untuk satu pemain asing asal Asia, Persib sedang menunggu kehadiran kapten tim nasional Singapura, Shahril Ishak. Rencananya gelandang yang direkomendasikan Baihakki Bin Khaizan ini bakal tiba di Bandung, Selasa (21/9) ini.

"Jika Shahril kita rekrut, berarti kita tinggal mencari satu pemain asing lagi. Mungkin untuk memperkuat lini belakang," kata Manajer Persib, H. Umuh Muchtar.

Pertemuan manajer

Sementara itu, pada Senin (20/9), Umuh berkesempatan menghadiri acara pertemuan manajer yang digelar PT LI di Jakarta. Kehadiran Umuh pada acara ini memberikan sinyal kalau Persib tetap akan tampil di LSI 2010/2011. Namun sejauh ini belum diketahui hasil pertemuan manajer tersebut.

Sebelum menghadiri acara pertemuan manajer LSI 2010/2011, Umuh sempat memenuhi undangan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, yang mengadakan acara halalbihalal di kediamannya di Jakarta.

Powered by Blogger | Blogger by Blog Nu Hahi