Tampilkan postingan dengan label AS Roma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AS Roma. Tampilkan semua postingan

Mexes: Badai Belum Berakhir Di Olimpico


Menurut bek Prancis itu, kemenangan Roma atas Cluj bukan pertanda mereka sudah keluar dari kesulitan.


Philippe Mexes - Roma (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Philippe Mexes - Roma (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Figur

Roma mencetak dua gol di paruh kedua pertandingan untuk menekuk perlawanan Cluj 2-1 di ajang Liga Champions, Rabu (29/8) dinihari. Akan tetapi, pencetak gol perdana Giallorossi Philippe Mexes memperingatkan badai belum berakhir di Olimpico.

Serentetan hasil buruk mengiringi langkah Il Lupi di awal kompetisi, tetapi kemenangan atas Cluj seakan mengamini kesuksesan mereka membungkam penguasa Eropa, Inter pekan lalu. Namun Mexes merasa yakin timnya masih bisa meningkatkan level permainan.

"Hal terpenting adalah menang, sayang kami tidak tampil istimewa. Kami menghindari resiko, tim ini harus meningkatkan kemampuannya," kata Mexes pada Sky Italia.

"Buruknya konsentrasi adalah masalah utama yang harus diperbaiki. Sebagai bukti, kami gagal mengawal penyerang lawan sepanjang waktu. Sebuah momen yang sulit ketika melihat tembakan-tembakan lawan membuat kami cemas. Ini masalah psikologis."

"Masa sulit belum lewat. Kami masih harus berjuang mengalahkan diri sendiri. Tetapi kami mengerti, semua pertandingan di Liga Champions pasti sulit.

Mexes Dan Borriello Menangkan Roma


Pelatih Sorin Cartu mengatakan Cluj layak meraih satu angka.


Burdisso-Traore - Roma-Cluj - Champions League (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Burdisso-Traore - Roma-Cluj - Champions League (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

AS Roma meraih tiga angka pertamanya di Grup E Liga Champions dengan mengepaskan Cluj 2-1.

Philippe Mexes dan Marco Borriello mencetak dua gol kemenangan Giallorossi dalam dua menit. Mexes mengawalinya menit ke-69. Borriello menggandakan keunggulan menit ke-71.

Cluj menghibur diri dengan memperkecil kekalahan menit ke-78 lewat Ionut Rada.

Bagi publik Roma, kemenangan ini sekaligus pembalasan. Dua tahun lalu, juga di Stadio Olimpico, Cluj mempecundangi Roma dengan skor 2-1.

Hasil ini membuat persaingan di Grup E menjadi lebih menarik. Roma dan Cluj sama-sama mengemas tiga angka dari dua laga. Tiga angka Cluj diperoleh saat menjamu Basel pada laga pertama.

"Saya sungguh gembira dengan penampilan Giallorossi malam ini," ujar pelatih Claudio Ranieri.

"Kami memperlihatkan determinasi tinggi sejak menit pertama sampai akhir," lanjutnya.

Meski pernah bertemu dua tahun lalu, Cluj bukan tim yang dikenal pemain Roma. Pers Italia mengatakan Cluj bukan tim yang mudah dikalahkan, dan Ranieri membuktikannya.

Mexes mencetak gol dengan memanfaatkan umpan sepak pojok David Pizzaro. Borriello menggunakan kemampuannya melepas tembakan voli, memanfaatkan umpan panjang gelandang Daniele De Rossi.

Sedangkan gol Rada dibuat dengan tandukan, memanfaatkan umpan sepak pojok di sebelah kiri pertahanan Roma.

Striker Lacina Traore memiliki satu kesempatan mencetak gol di setiap babak. Satu bola tembakannya menerpa mistar, akibat defender Nicolas Burdisso membiarkannya bergerak di area berbahaya. Kesempatan keduanya terjadi menit ke-52, tapi tembakannya melebar.

Cluj beruntung tidak kalah dengan banyak gol. Penjaga gawang Nuno Carlo membuat serangkaian penyelamatan sulit, sebelum Mexes membuka skor.

Sorin Cartu, pelatih Cluj, menghibur diri dengan mengatakan; "Kami layak mendapat satu angka pada pertandingan ini." Ia juga mengeluhkan ketidak-mampuan pemainnya memanfaatkan banyak peluang.

"Di kompetisi seperti ini, kegagalan memanfaatkan peluang adalah bencana," Cartu mengeluh.

Borriello Puas Cetak Gol Ke Gawang Cluj


Setelah mengalahkan Cluj, Borriello merasa Roma berada di jalur yang tepat.


Marco Borriello - Roma (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Marco Borriello - Roma (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Ujung tombak AS Roma Marco Borriello berhasil menyumbang gol kemenangan timnya atas CFR Cluj di laga lanjutan Liga Champions, Rabu (29/9) dinihari di Stadio Olimpico dan dia mengaku puas bisa mengantarkan Giallorossi meraup tiga angka perdana musim ini di kompetisi antar klub tertinggi Eropa tersebut.

Aksi Il Lupi di kancah domestik memang belum meyakinkan, tetapi kemenangan atas juara bertahan Inter telah memberi mereka suntikan rasa percaya diri.

"Kemenangan atas Inter sangat penting karena membuka jalan bagi kami meraih tiga poin di Liga Champions," kata Borriello seusai pertandingan dilansir Mediaset Premium.

"Liga Champions adalah kompetisi yang indah untuk beraksi."

"Cukup sulit meladeni perlawanan Cluj, tetapi peluang demi peluang yang kami ciptakan membuat mereka kerepotan. Saya bersyukur kami mampu mengoleksi tiga poin."

Roma Banjir Hukuman


Laga melawan Brescia menghadirkan banyak hukuman bagi Roma.


Philippe Mexes - Roma (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Philippe Mexes - Roma (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Dua pemain AS Roma serta dua anggota manajemen klub mendapat sanksi denda dan larangan aktif di sepakbola hingga akhir bulan ini menyusul sikap buruk mereka ketika dikalahkan Brescia 2-1 pada lanjutan Serie A Italia.

Bek Philippe Mexes dilarang memperkuat Il Lupi sebanyak tiga pertandingan, sedangkan gelandang Simone Perrotta dikenakan denda $6.700. Sedangkan dua anggota manajemen klub, Gian Paolo Montali dan Daniele Prade dilarang aktif di sepakbila hingga akhir bulan ini, karena menghina wasit.

Dengan adanya sanksi itu, maka Mexes dipastikan absen melawan Inter Milan, Napoli, dan Genoa.

Mexes dijatuhi sanksi setelah mendapatkan dua kartu kuning pada laga tersebut. Kartu kuning keduanya didapat usai memprotes wasit secara berlebihan. Sementara Perotta dijatuhi denda akibat perbuatannya yang menggedor pintu ruang ganti wasit pasca pertandingan.

Lippi Acuhkan Komentar Ranieri


Lippi enggan memberikan komentar yang berkaitan dengan sepakbola.


Marcello Lippi - Italy (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Marcello Lippi - Italy (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Mantan pelatih timnas Italia Marcello Lippi tidak mau ambil pusing terhadap komentar arsitek AS Roma Claudio Ranieri mengenai rumor kemungkinan dirinya menjadi juru taktik Il Lupi dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Ranieri memberikan komentar mengenai spekulasi itu yang menyudutkan Lippi. Ranieri menyinggung saat di Juventus ketika Lippi makan malam dengan Jean-Claude Blanc, sehingga menambah spekulasi bahwa ia sedang dipersiapkan untuk menangani Bianconeri.

“Ranieri bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan. Saya tidak tertarik untuk membahas sepakbola,” ujar Lippi kepada La Repubblica.

“Saya sekarang sedang tidak di dunia sepakbola. Saya hanya mengatakan apa yang ingin saya katakan setelah Piala Dunia.”

Buruknya performa Roma pada awal musim ini sudah memunculkan spekulasi bakal ada pergantian di kursi pelatih. Nama Lippi santer disebut ke dalam salah satu kandidat menggantikan posisi Ranieri.

FACT OF THE DAY (23 September 2010)


Tahukah Anda mengenai start terburuk AS Roma di sepanjang keikutsertaan mereka di Serie A Italia?


Roma (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Roma (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Kekalahan 2-1 dari Brescia membuat AS Roma semakin terjerembab di papan bawah klasemen sementara serie A Italia.

Dengan hasil itu, AS Roma hanya mengukir satu poin dari empat laga mereka. Rekor tidak membanggakan pun tercipta karenanya.

Ya, hasil dari empat partai AS Roma di awal musim ini, di mana hanya bisa menuai satu poin, merupakan start terburuk AS Roma sejak musim 1974/75.

Secara keseluruhan, AS Roma belum meraih satu pun kemenangan di semua kompetisi sejak kemenangan 2-0 atas tuan rumah Chievo pada 16 Mei. Dari enam partai, empat di antaranya berakhir dengan kekalahan dan dua lainnya imbang.

Presiden Roma Kecam Wasit


Rosella Sensi meradang terhadap keputusan wasit yang memimpin pertandingan laga Brescia melawan Roma dinihari tadi.


Rosella Sensi
Galeri Foto
Perbesar
Rosella Sensi

Hal-Hal Terkait

Tim

Presiden Roma Rosella Sensi telah mengobarkan api perangnya kepada wasit usai menyaksikan timnya dipaksa kalah 2-1 saat bertandang ke markas Brescia.

Roma kini berada di zona degradasi dan akan menghadapi kondisi yang sulit untuk bisa memperbaiki lagi posisinya di klasemen Serie A Italia.

"Orang-orang bisa saja mengarahkan saya agar melaporkannya ke komite disiplin. Tapi saat ini saya ingin mendengarkannya dulu karena saya harus bisa melindungi tim saya," katanya kepada wartawan.

"Fans harus dihargai, mereka tidak bisa ambil bagian di dalam laga yang tidak layak ini."

"Memang ini menjadi satu hal yang sungguh memalukan. Begitu banyak ketidakmampuan dan saya juga tak tahan melihtnya bagaimana buruknya kepemimpinan wasit ketika melawan Brescia."

"Kami sungguh tak dapat membantahnya lagi tiga penalti seperti itu sungguh tidak bisa kami terima."

Julio Sergio Bermain Sambil Menangis


Kiper Roma itu meneteskan air matanya karena menahan rasa sakit yang sangat karena cedera.


Julio Sergio - Roma (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Julio Sergio - Roma (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Ada pemandangan tidak biasa di kubu Roma saat laga melawan Brescia dinihari tadi. Kiper Roma, Julio Sergio, bermain dengan menangis.

Apa yang ditunjukkan Julio Sergio itu bukan suatu bentuk keprihatinan dengan timnya karena Roma di laga itu takluk 2-1, melainkan kareena harus menahan rasa sakit sebab cedera yang dialaminya.

Julio Sergio mendapatkan cederanya itu setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Brescia. Dia pun langsung memegangi lututnya selama beberapa saat, bersamaan dengan dikeluarkannya kartu kuning dari wasit untuknya.

Julio Sergio kemudian menjalani perawatan kurang lebih lima menit di lapangan. Claudio Ranieri tak bisa menariknya keluar karena kuota pergantian pemain sudah terpenuhi.

Alhasil, Julio Sergio pun terpaksa bermain dengan membawa cedera dan rasa sakit. Namun, diungkapkan tim medis Roma, cedera kiper asal Brasil itu tidak karena patah engkel, melainkan ligamen yang terkilir.

Roma belum mengabarkan kondisi terakhir Julio Sergio pascalaga tersebut, termasuk tingkat serius cedera dan durasi istirahat yang akan dijalaninya.

Borriello Dan Galliani Silang Pendapat Soal Wasit


Carmine Russo diklaim Borriello sering meminta kaus pada pemain Milan.


Marco Borriello - Roma-Bologna - Serie A (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Marco Borriello - Roma-Bologna - Serie A (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Penyerang AS Roma Marco Borriello mempertanyakan integritas wasit dan mengklaim jika sang juru pengadil di tengah lapangan kerap menguntungkan Milan, namun pernyataan ini langsung disanggah Adriano Galliani.

Giallorossi merasa dicurangi oleh wasit Carmine Russo saat mereka dikalahkan Brescia 2-1, Kamis (23/9).

Meski beberapa keputusan di tengah lapangan sering terlihat menguntungkan tim-tim kecil, perbedaan pendapat terjadi di kalangan tim papan atas.

Borriello menganggap kesalahan Russo disengaja dan hal senada diungkapkan oleh presiden Rosella Sensi.

"Seharusnya kami mendapat dua, mungkin tiga penalti. Kejadian seperti ini tidak pernah menimpa pada Milan," kata Borriello pada Sky Sport Italia.

"Kini saya paham perbedaan bermain bagi Roma dan Milan. Tetapi kami adalah tim besar dan kami segera bangkit. Kami akan mencari jalan untuk keluar dari keterpurukan.

"Saya ingat saat Russo menjadi pengadil di laga Milan, dia kerap meminta jersey. Saya rasa sekarang dia tidak akan pernah mau lagi berbicara dengan saya."

Akan tetapi tuduhan Borriello langsung ditanggapi oleh wakil presiden Rossoneri Adriano Galliani.

"Saat meladeni Cesena, kami menghadapi masalah sama dengan wasit yang sama," ucap Galliani singkat dilansir La Repubblica.

Prade: Kami Masih Percaya Ranieri


Calon pembeli AS Roma menginginkan Leonardo tangani Giallorossi.


Daniele Pradè - Roma (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Daniele Pradè - Roma (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Daniele Prade, chief AS Roma, mengatakan dirinya masih menaruh kepercayaan kepada Claudio Ranieri.

Ranieri menghadapi tekanan hebat menyusul kekalahan kontroversial Giallorossi atas Brescia 2-1. Rumor pergantian pelatih di Stadio Olimpico kian santer, dengan Marcello Lippi sebagai calon pengganti Ranieri.

Namun Prade mengatakan; "Kami tidak dalam situasi berhubungan dengan Lippi. Perlu kami tegaskan, kami menghargai perkawanan kami dengan Ranieri."

Prade mengakui Roma dalam situasi sulit. Ia juga tidak bisa memahami mengapa Giallorossi mengawali musim ini dengan buruk.

"Kami tidak tidur semalaman memikirkan hal itu. Roma saat ini jauh lebih baik dibanding musim lalu, tapi mudah kalah," keluh Prade.

Laporan lain menyebutkan calon pembeli AS Roma lebih menginginkan Leonardo, mantan pelatih AC Milan, sebagai pengganti Ranieri. Kabar ini ditanggapi positif striker Marco Borriello, dengan mengatakan dirinya lebih nyaman bermain dengan pelatih asal Brasil itu.

Roma Kalah Lagi, Ranieri Salahkan Hakim Garis


Claudio Ranieri mengatakan hakim garis harus menjalani pemeriksaan mata.


Claudio Ranieri - Roma (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Claudio Ranieri - Roma (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Pelatih Claudio Ranieri mengecam hakim garis, dan menyebutnya sebagai orang yang harus dibawa ke rumah sakit, setelah AS Roma dikalahkan Brescia 2-1 lewat penalti kontroversial.

Roma kehilangan Philippe Mexes, yang diganjar kartu merah, dan merasa dirugikan keputusan wasit yang tidak menghadiahkan tembakan penalti dan tendangan bebas.

"Siapa pun bisa menyaksikan bagaimana Roma melakukan segala yang mereka bisa, tapi dirugikan oleh keputusan wasit," keluh Ranieri.

"Penalti itu tidak perlu. Justru kami yang seharusnya mendapat sedikitnya dua hadiah penalti," lanjutnya lagi.

Menurut Ranieri, Marco Borriello dijatuhkan di kotak penalti ketika sedang tidak menguasai bola di kaki. Ia juga mempertanyakan bagaimana wasit tidak memberi hadiah penalti ketika Matteo Brighi dilanggar.

Giallorossi, masih menurut Ranieri, tidak layak kalah. Ia juga menyebut laga di Mario Rigamonti sebagai satu dari sekian hari terburuk dalam perjalanan Roma musim ini.

Namun Ranieri juga mengakui timnya tidak tampil mengesankan dalam 20 menit pertama, membuat beberapa kesalahan, dan diganjar tiga kartu kuning.

"Pemain Brescia juga melakukan banyak kesalahan, tapi wasit tidak memperingatkan atau mengganjarnya dengan kartu kuning," demikian Ranieri.

Perparim Hetemaj membuka skor untuk Brescia menit ke-13. Andrea Caracciolo menggandakan keunggulan menit ke-65 lewat titik penalti, setelah Mexes diganjar kartu merah. Borriello memperkecil kekalahan menit ke-83.

Ranieri mengatakan hakim garis yang memberi hadiah penalti kepada Brescia, bukan wasit. Saat itu, pandangan wasit terhalang oleh kerumunan pemain di kotak penalti.

"Semua orang melihat dengan jelas tidak ada yang dilakukan Mexes saat itu. Jadi, mereka yang memberi hadiah penalti kepada Brescia seharusnya dilarikan ke rumah sakit untuk diperiksa penglihatannya," kecam Ranieri.

Brescia Bikin Roma Makin Sengsara


Giallorossi kembali menelan kekalahan sehingga membuat posisi Ranieri kian terancam.

Marco Borriello - Brescia-Roma - Serie A (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Marco Borriello - Brescia-Roma - Serie A (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

AS Roma kembali menelan kekalahan. Bertandang ke markas tim yang baru berpromosi Brescia, Giallorossi menelan kekalahan 2-1 dalam lanjutan Serie A Italia di Stadio Mario Rigamonti, Kamis (23/9) dinihari WIB.

Tim tuan rumah unggul lebih dulu lewat aksi Perparim Hetemaj di menit ke-13 setelah memanfaatkan assist Andrea Caracciolo, yang menyisir di sisi kanan pertahan Roma. Kiper Julio Sergio tak memiliki kesempatan untuk mengamankan gawangnya.

Pada menit ke-31, pelatih Roma Clauido Ranieri melihat Aleandro Rosi sebagai lahan empuk buat Brescia untuk melancarkan serangan. Untuk itu, sang pelatih memutuskan menarik keluar Rosi dengan memasukkan Cicinho. Apalagi Rosi sudah mengantungi kartu kuning.

Jelang pertandingan babak pertama akan berakhir, Roma sempat memiliki sejumlah peluang melalui pergerakan Marco Borriello dan Mirko Vucinic. Tapi, sayang usaha mereka gagal membuahkan hasil.

Pada awal babak kedua, Ranieri mengubah strategi dengan memasukkan striker Adriano dan menarik keluar Jérémy Menez. Julio Baptista juga sempat diturunkan di menit ke-65 dengan menggantikan Vucinic.

Petaka buat Roma datang di menit ke-64 karena bek asal Prancis Philippe Mexes harus mendapat kartu kuning kedua alias kartu merah.

Saat Andrea Caracciolo mengirimkan bola kepada Eder, Mexes dianggap melakukan pelanggaran dengan menjatuhkan pemain asal Brasil itu. Asisten wasit sebenarnya tidak menaikkan bendera, namun wasit bersikukuh telah terjadi pelanggaran dalam kemelut ini. Caracciolo pun sukses mengeksekusi tendangan penalti sehingga menggandakan keunggulan buat Brescia.

Roma hanya mampu memperkecil ketinggalan di menit ke-84 lewat Borriello. Mantan pemain Milan itu berhasil memenangi penjagaan ketat dua pemain bertahan lawan dan melepaskan tendangan kaki kirinya ke bagian atas gawang, tanpa bisa dihalau kiper Matteo Sereni.

Hingga pertandingan berakhir, Roma gagal menambah gol. Dengan kekalahan ini, posisi Ranieri kian terancam karena timnya belum pernah menang dan baru mengumpulkan dua poin dari dua hasil seri. Saat ini, posisi Roma terlempar di peringkat ke-18, atau masih ada di zona degradasi.

Vucinic Akan Bermain Meski Kesakitan


Vucinic mengaku belum pulih sepenuhnya dari cedera yang dialami

Mirko Vucinic - Lazio-Roma - Serie A (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Mirko Vucinic - Lazio-Roma - Serie A (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Striker Roma Mirko Vucinic mengaku belum pulih sepenuhnya dari cedera yang didapatnya, tetapi tetap berencana untuk bermain menghadapi Brescia malam nanti.

Vucinic menderita cedera ketika Roma melakoni laga pembuka mengahadapi Cesena, dan setelah itu pemain Timnas Montenegro tersebut belum bermain sama sekali.

Bagaimanapun juga, Roma membutuhkannya di laga nanti, setelah Francesco Totti dipastikan absen karena cedera.

"Saya mengalami cedera yang cukup parah. Saya tidak dapat melakukan latihan selama beberapa hari," ungkap Vucinic.

"Sekarang saya tidak dalam kondisi terbaik, tetapi saya akan melakukan apapun untuk membantu Roma keluar dari masalahnya," tutup Vucinic.

Sevilla Bidik Mexes


Mexes hanya ingin bertahan apabila mendapat garansi di skuad utama


Philippe Mexes - Roma (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Philippe Mexes - Roma (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Seperti yang dilansir Il Corriere dello Sport, Sevilla menginginkan Philippe Mexes untuk bergabung bersama Federico Kanoute dan lainnya.

Kontrak Mexes akan berakhir musim panas depan dan pemain Prancis tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak akan menerima perpanjangan kontrak kecuali diberi garansi bermain di tim utama secara reguler.

Mexes kehilangan tempatnya ketika Roma memutuskan untuk mempermanenkan Nicolas Burdisso dari Inter Milan, dan itu membuatnya tampak akan menghabiskan waktu di bangku cadangan sepanjang musim.

Sevilla telah melakukan pendekatan kepada agen Mexes dan manuver itu diharapkan dapat membuahkan hasil di musim panas nanti.

Roma mungkin akan terdesak untuk melepas Mexes dengan segera, karena kesempatan untuk mendapatkan uang transfer semakin menipis.

Milan dan Juventus juga sudah lama tertarik kepada Mexes, tetapi Sevilla lebih berpeluang mendapatkannya karena Mexes akan diplot sebagai pengganti Sebastian Squillaci.

Capello Tidak Kaget Inter Kembali Ke Papan Atas

Capello juga meragukan konsistensi Cesena di papan atas


WC 2010: Fabio Capello - England - USA (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
WC 2010: Fabio Capello - England - USA (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Pelatih timnas Inggris, Fabio Capello, meyakinkan bahwa dirinya tidak terkejut melihat Inter Milan kembali merangsek ke papan atas Serie A Italia.

Fabio Capello dikabarkan melatih Inter Milan musim panas lalu, tetapi pelatih berusia 64 tahun tersebut lebih memilih untuk memperpanjang kontrak bersama timnas Inggris.

"Inter tidak mengejutkan saya. Cesena memulai dengan sangat bagus, tetapi kita harus melihat apakah mereka masih diatas ketika tim-tim besar seperti AC Milan, Juventus, dan AS Roma bangkit," ujar Capello kepada La Gazzetta dello Sport.

"Milan dapat membuat lompatan besar di kelasnya dengan masuknya Ibrahimovic dan Robinho. Allegri hanya butuh waktu. Mari kita beri dia waktu,"




PREVIEW & PREDIKSI Serie A Italia: Brescia - Roma


Musim 2010/11 - Giornata 4

Marco Borriello - Roma-Bologna - Serie A (Getty Images)
Galeri Foto
Perbesar
Marco Borriello - Roma-Bologna - Serie A (Getty Images)

Hal-Hal Terkait

Tim

Ujian Roma berlanjut di kandang Brescia. Target mereka masih sama, memburu kemenangan pertama di musim ini.

Masalah fokus sepanjang pertandingan masih sulit dijalankan skuad Claudio Ranieri. Selain itu, masalah lain yang harus dihadapi Roma untuk pertandingan ini adalah absennya Daniele De Rossi dan Francesco Totti yang bermasalah dengan kondisi fisiknya.

Sementara Brescia sedang dalam kondisi yang bagus. Minggu lalu, mereka menaklukkan Chievo lewat gol Alessandro Diamanti. Sang playmaker pun dinobatkan sebagai man of the match di laga ini.

Jika Diamanti bisa mempertahankan penampilan apiknya itu, dan Roma harus berlaga tanpa Totti dan De Rossi, poin bisa jadi akan menjadi milik tuan rumah.

Sekadar tambahan, Roma hanya menang dua kali di kandang Brescia dalam sepuluh tahun terakhir.

Perkiraan Susunan Pemain:
Brescia: Sereni; Berardi, Bega, Martinez, Dallamano; Filippini, Cordova, Kone; Diamanti; Eder, Caracciolo

Roma: Julio Sergio; Rosi, Mexes, Juan, Cassetti; Perrotta, Pizarro, Brighi; Menez; Borriello, Vucinic

Prediksi:
Brescia 2-1 Roma

Powered by Blogger | Blogger by Blog Nu Hahi