Tampilkan postingan dengan label Persebaya Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persebaya Surabaya. Tampilkan semua postingan

Fance Tertarik Gabung Persebaya


Salah satu alasan yang melatarbelakangi Fance adalah keinginan untuk mendapatkan tantangan baru.


Fance Hariyanto - PSPS Pekanbaru (GOAL.com)
Galeri Foto
Perbesar
Fance Hariyanto - PSPS Pekanbaru (GOAL.com)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Penjaga gawang PSPS Pekanbaru musim lalu, Fance Haryanto, menyatakan ketertarikan untuk gabung Persebaya. Pemain kelahiran Pekanbaru ini akan segera gabung di Persebaya dalam satu dua hari ini di Bali.

Informasi yang didapat GOAL.com Indonesia, salah satu alasan yang melatarbelakangi Fance adalah keinginan untuk mendapatkan tantangan baru. Kebetulan saat ini, Persebaya juga tengah berburu penjaga gawang. Sayang, Fance sendiri belum bisa dihubungi menyangkut soal ini.

Hanya saja, pelatih Aji Santoso membenarkan keinginan Fance ini. Mantan pelatih Persik, Persisam, dan Persema ini membuka pintu lebar bagi kehadiran sang pemain.

"Saya memang sudah dikontak. Dia (Fance) akan gabung langsung di Balik," terangnya.

Sejak Rabu (22/9), skuad Persebaya menggelar pemusatan latihan (TC) di Bali. Pemusatan ini bakal digelar sampai 30 September mendatang.

"Kebetulan kita masih ada satu kursi untuk posisi tersebut. Siapa tahu dia cocok," jelas Aji.

Saat ini, Persebaya sudah mengikat kontrak dua penjaga gawang yakni kiper musim lalu, Endra Prasetya dan Dimas Galih. Nama terakhir ini jebolan skuad Persebaya U-21. Selain mereka, Persebaya juga tengah menyeleksi Afrianto, kiper nomor tiga Sriwijaya FC musim lalu.

"Status dia (Afrianto) masih seleksi. Saya masih akan lihat beberapa hari sebelum ambil keputusan. Tentunya, kalau Fance gabung akan lebih kompetitif," tandasnya.

Selain Fance, Persebaya saat ini juga masih menunggu kehadiran I Made adi Wirahadi. Mantan striker Pelita Jaya ini sudah deal untuk bergabung. Hanya saja, saat ini dia masih ada urusan dinas terkait dengan statusnya sebagai anggota kepolisian.

"Harapan saya semua skuad bisa berkumpul di sini (Bali). Tapi bagaimana lagi kalau ada kendala seperti itu," tegas Aji Santoso. (gk-31)

Afriyanto Menggantung, Fachrudin Dicoret


Aji Santoso masih mencari kiper dan pemain belakang.


Pelatih Aji Santoso ( GOAL.com / Dhedhe D. )
Galeri Foto
Perbesar
Pelatih Aji Santoso ( GOAL.com / Dhedhe D. )

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso belum bisa memastikan nasib penjaga gawang berstatus seleksi, Afriyanto. Padahal, mantan penjaga gawang Sriwijaya FC itu turut dibawa dalam rombongan Persebaya yang melakoni pemusatan latihan (TC) di Bali.

”Saya belum bisa memutuskan apakah Afriyanto akan direkrut atau tidak. Saya masih harus melihat perkembangannya selama di Bali,” kata Aji.

Aji tampaknya belum sepenuhnya yakin dengan performa Afriyanto. Padahal, sudah satu minggu lebih Afriyanto berstatus sebagai pemain seleksi di Persebaya.

Saat ini, baru ada dua penjaga gawang yang resmi berkostum Bajul Ijo (julukan Persebaya). Selain penjaga gawang muka lama, Endra Prasetya, juga ada penjaga gawang muka baru, Dimas Galih yang merupakan jebolan Persebaya U-21.

Aji sendiri mengaku masih membutuhkan satu penjaga gawang lagi yang sudah berpengalaman. Pasalnya, Dimas belum pernah tampil di Divisi Utama ataupun Superliga Indonesia .

Hingga kini, meski ada Afriyanto, mantan pelatih Persisam Samarinda itu mengaku terus mencari satu penjaga gawang lagi. Nampaknya, Afriyanto hanya akan menjadi pilihan terakhir jika Persebaya tak mampu mendapat penjaga gawang berkualitas.

”Kita lihat saja nanti, sampai saat ini kami terus mencari kiper yang berpengalaman,” kata mantan kapten Persebaya itu.

Berbeda dengan Afriyanto, nasib pemain seleksi lainnya, Fachrudin, sudah diputuskan. Mantan gelandang Deltras Sidoarjo itu sudah tertutup peluangnya untuk bergabung dengan tim asal Kota Pahlawan tersebut.

Kualitas Fachrudin dianggap tidak layak masuk dalam jajaran tim yang memilih untuk tampil di Liga Primer Indonesia (LPI) itu. Fachrudin sendiri bukan nama baru di Persebaya. Ia pernah berkostum Persebaya saat tim kebanggaan arek-arek Surabaya itu masih ditangani Freddy Muli pada Divisi Utama musim 2008-2009. Namun, hanya separuh musim, Fachrudin dilepas bersama empat pemain lainnya dalam kasus rasionalisasi yang juga membuat Freddy harus angkat kaki dari Persebaya. (gk-19)

Ciani Plin-Plan, Persebaya Habis Kesabaran


Aji Santoso sudah mempersiapkan alternatif pengganti.


Pelatih Aji Santoso ( GOAL.com / Dhedhe D. )
Galeri Foto
Perbesar
Pelatih Aji Santoso ( GOAL.com / Dhedhe D. )

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Keseriusan striker asing asal Prancis, Amick Ciani, untuk bergabung dengan Persebaya patut dipertanyakan. Legiun impor yang dua musim terakhir bermain bersama klub Divisi III Liga Belgia SK Ronsedi tersebut ternyata bersikap plin plan.

Berjanji segera menyusul ke Bali untuk bergabung dengan Mat Halil dkk yang melakoni pemusatan latihan (TC), namun sampai Kamis (23/9) sore WIB, Ciani tak juga menunjukkan batang hidungnya.

Kedatangan Ciani sejatinya sudah ditunggu sejak lama oleh pelatih Persebaya Aji Santoso. Pasalnya, Aji sangat membutuhkan striker handal untuk menambah daya gedor timnya. Apalagi, saat ini stok di lini depan klub berjuluk Bajul Ijo itu hanya diisi oleh dua pemain, Niko Susanto dan Miko Ardiyanto. Miko merupakan jebolan pemain amatir asal Persebaya U-21, dan belum sama sekali memiliki pengalaman di pentas Divisi Utama.

Namun, kesabaran Aji dan pengurus Persebaya mulai habis. Berkali-kali mantan pemain Racing Paris itu selalu menunda kedatangannya ke Surabaya. Sebelumnya, Ciani direncanakan akan tiba di Surabaya usai lebaran. Namun, hingga Persebaya kembali melakukan latihan usai liburan, striker berusia 28 tahun itu juga tak kunjung tiba.

Aji pun sempat berharap, sebelum keberangkatan tim asal kota Pahlawan itu ke Bali, Rabu (22/9) kemarin, Ciani bisa segera merapat agar bisa dilihat kualitasnya. Namun, lagi-lagi batal.

“Kalau memang niat, seharusnya dia (Ciani) secepatnya mengikuti seleksi. Kalau tidak, kami akan mencari alternatif lainnya,” ujar Aji saat dihubungi Goal.com Indonesia.

Menurut informasi yang diterima Aji dari agen pemain yang bersangkutan itu, kemungkinan besar Ciani akan tiba di Bali malam ini.

“Saya harap Ciani datang hari ini agar segera bisa ikut TC bersama pemain lainnya,” kata mantan bintang Timnas Indonesia ini.

Seandainya Ciani memang tak jadi mengikuti seleksi, Aji mengaku sudah memiliki alternatif pengganti.

”Namun tidak bisa saya katakan, karena masih negosiasi. Apalagi pada masa perburuan pemain seperti sekarang ini. Sangat riskan menyebut nama karena bisa saja pendekatan kami gagal,“ tambahnya. (gk-19)

Aji Santoso: Tarkpor Bisa Gabung Dengan Catatan


Tarkpor diminta mengubah perilaku buruknya.


John Tarkpor Sonkaliey - Persebaya Surabaya (GOAL.com / Fahri Rayyana)
Galeri Foto
Perbesar
John Tarkpor Sonkaliey - Persebaya Surabaya (GOAL.com / Fahri Rayyana)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Mantan gelandang Persebaya Surabaya, John Tarkpor, menyatakan sangat berminat merapat kembali ke klub yang dibelanya musim lalu itu. Namun, meski selama berkostum Persebaya musim lalu dia selalu menjadi pemain andalan, bukan berarti mantan gelandang Persitara Jakarta Utara itu bisa secara otomatis masuk skuad kembali yang kini dilatih Aji Santoso.

Secara jujur Aji Santoso mengakui kualitas Tarkpor. Namun, mantan pelatih Persisam Samarinda itu memberikan persyaratan khusus pada Tarkpor. “Dia [Tarkpor] harus bisa mengubah perilakunya,“ kata Aji.

Menurut Aji, Tarkpor memiliki attitude yang buruk sebagai pemain. Musim lalu, selama memperkuat Persebaya, ia sering bersikap semaunya sendiri. ”Saya tidak suka dengan pemain seperti itu, karena bisa mempengaruhi kondusifitas tim,” tambah Aji.

Usai masa kontraknya habis bersama Persebaya, hingga saat ini Tarkpor belum mendapat klub. Terakhir, Tarkpor gagal merapat ke Semen Padang. Lagi-lagi, sikap Tarkpor yang membuatnya batal berlabuh di tim yang baru promosi ke Superliga itu. Tarkpor batal dikontrak karena sikapnya yang plin-plan, sehingga manajemen Semen Padang urung mengontraknya.

“Tarkpor memang sangat berminat untuk kembali ke Persebaya. Tapi saya tegaskan, ia harus bisa mengubah sikapnya,“ tambah Aji.

Rabu (22/9) pagi skuad Persebaya sudah berangkat untuk melakukan TC ke Bali. Persebaya akan TC selama 10 hari, dan akan melakukan uji coba dengan klub lokal di Kuta Bali.(gk-19)

Mangkir Tes Medis, Mboma Dicoret


Lempeng platina di betis kiri pemain Kamerun itu mengundang kecurigaan Persebaya.


Cesare Mboma (GOAL.com/Roky Maghbal)
Galeri Foto
Perbesar
Cesare Mboma (GOAL.com/Roky Maghbal)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Persebaya putuskan menutup pintu bagi kehadiran Cesar Mboma. Mantan punggawa Persitara ini akhirnya dicoret setelah mangkir dalam tes medis. Tes ini dilakukan untuk menjawab keraguan akan kondisi cedera betis kiri. Mboma disinyalir cedera di bagian ini berdasar informasi yang diterima tim medis Persebaya.

"Tes ini sejatinya untuk menjawab tanda tanya itu. Sayang, dia tak datang padahal sudah sepakat," terang dr Heri Siswanto, dokter tim Persebaya.

Sebelumnya dr Heri tidak berani memberikan rekomendasi untuk Mboma. Alasannya, di betis kiri pemain Kamerun ini masih terdapat lempeng platina. Tapi setelah berbicara dengan Mboma dan agennya, Jules Onana, dr Heri akhirnya tahu jika plat itu sudah terpasang sejak tujuh tahun lalu. Oleh sebab itu Mboma disarankan menjalani tes tulang untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari kakinya.

Karena tidak hadir dalam tes itu, mulai timbul dugaan jika Mboma baru saja mengalami cedera serius, dan menggunakan pemasangan platina selama tujuh tahun sebagai alibi untuk membuat alasan.

"Ini yang memantik kecurigaan kita. Sudah tujuh tahun kok tidak dilepas. Bila platina itu tetap di dalam, akan sangat berbayaha," lanjutnya.

Pelatih Aji Santoso menyesalkan tindakan Mboma ini. Padahal, dari awal dia sudah tertarik denga kemampuannya sejak gabung di Persitara lalu.

"Sejujurnya, dia dari awal saya rekomendasikan ke manajemen," sesalnya. (gk-31)

Saleh Anggap PSSI Terlalu Panik


Pencoretan klub harus melalui mekanisme Kongres PSSI.


Saleh Ismail Mukadar - Ketua Umum & Manajer Persebaya Surabaya (GOAL.com / Fahri Rayyana)
Galeri Foto
Perbesar
Saleh Ismail Mukadar - Ketua Umum & Manajer Persebaya Surabaya (GOAL.com / Fahri Rayyana)

Hal-Hal Terkait

Tim

Ancaman pencoretan dari PSSI terhadap klub-klub yang berniat mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) mendapat respons miring dari ketua umum Persebaya Surabaya, Saleh Ismail Mukadar. Saleh menuding PSSI terlalu panik, sehingga mengancam akan mencoret klub yang hendak mengikuti kompetisi yang digagas bos Medco Grup, Arifin Panigoro, tersebut.

Saleh menilai, tindakan PSSI itu mencerminkan keadaan PSSI yang panik, sehingga melakukan tindakan otoriter. Mantan ketua umum KONI Surabaya itu menegaskan, pencoretan klub tidak boleh dilakukan secara sepihak oleh PSSI.

”PSSI tidak boleh bertindak semaunya sendiri, ada mekanisme organisasi untuk melakukan sesuatu, termasuk mencabut keanggotaan klub yang menjadi anggota PSSI,” jelas Saleh, Rabu (22/9).

Pencoretan klub hanya bisa dilakukan ketika Kongres PSSI 2011 mendatang. Itupun harus disetujui oleh 2/3 dari klub anggota PSSI. Selain itu pemecatan dilakukan bila klub anggota benar-benar melakukan kesalahan yang sangat besar dan berulang-ulang. “Kalau kita kan jelas tujuannya, yakni memajukan sepakbola Indonesia," tambah mantan manajer Persebaya ini.

Dalam situs resmi PSSI, presiden direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla mengatakan, kompetisi yang bukan diselenggarakan oleh PSSI otomatis tidak akan diakui baik oleh AFC maupun FIFA, sebab sangat jelas bertentangan dengan statuta PSSI atau statuta FIFA.

Di Pasal 70, 81 dan 85 dalam Statuta PSSI menjelaskan secara panjang-lebar tentang kompetisi-kompetisi PSSI, berikut aturan serta sanksi atas pelanggaran-pelanggarannya. Tiga pasal terkait kompetisi dalam statuta PSSI tersebut berkonsideran dengan artikel 80 pada FIFA statutes.

Mengenai hal tersebut, Saleh justru menyindir kemampuan PSSI dalam menerjemahkan statuta FIFA yang menggunakan Bahasa Inggris. Sebab dalam statuta artikel 80 tentang persetujuan disebutkan, setiap asosiasi atau klub liga yang berafiliasi anggota FIFA tidak dapat dimasukkan ke anggota lain atau berpartisipasi dalam kompetisi di wilayah anggota lain tanpa otorisasi anggota saat ini, calon dan FIFA, kecuali dalam keadaan luar biasa.

"Jadi bukan PT Liga-nya yang tidak boleh dobel, tapi klub yang tidak boleh mengikuti kompetisi di dua negara berbeda," jelasnya.

Hingga saat ini, petinggi PSSI tengah menggodok hukuman apa yang pantas diberikan untuk klub yang membelot ke LPI. Ketua umum PSSI, Nurdin Halid mengaku sudah mendapat perintah dari presiden AFC (Federasi Sepakbola Asia), Mohammad Bin Hammam, untuk menindak tegas klub yang melanggar statuta.

"Sesuai sistem yang ada, tentu saya akan terapkan aturan yang tegas, bila tidak maka PSSI akan dikenai sanksi dari FIFA dan AFC. Saya bahkan telah ditelepon langsung oleh presiden AFC bahwa siapa pun yang melanggar statuta maka sudah menjadi kewenangan PSSI untuk menjatuhkan hukuman," sitir Nurdin di laman resmi PSSI. (gk-19)

Persebaya Belanja Lima Pemain Asing


Sesuaikan aturan Liga Primer Indonesia (LPI), bukan Divisi Utama.


Persebaya Surabaya (GOAL.com/Roky Maghbal)
Galeri Foto
Perbesar
Persebaya Surabaya (GOAL.com/Roky Maghbal)

Hal-Hal Terkait

Tim

Persebaya Surabaya sudah mendeklarasikan keikutsertaannya pada Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas bos Medco Group, Arifin Panigoro. Karena itu, tim berjuluk Bajul Ijo ini sudah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk materi pemain asing. Khusus untuk kebutuhan yang satu ini, Persebaya berancang-ancang belanja lima pemain asing untuk mengarungi LPI.

”Dalam aturan LPI, setiap klub boleh memiliki lima pemain asing. Karena itu, kami harus mencari tiga pemain asing tambahan,” kata Saleh, Selasa (21/9).

Saat ini, kuota pemain asing dalam skuad Bajul Ijo, masih diisi oleh Juan Marcelo Cireli, satu posisi lagi, kemungkinan besar akan diisi oleh striker asal Prancis, Ciani Amick, yang baru tiba malam ini.

Sebenarnya, striker asal Kamerun, Cesare Mboma seharusnya memiliki peluang bergabung, namun sayang mantan pemain Persitara Jakarta Utara itu mangkir dari tes ortopedi seperti yang disyaratkan Persebaya.

”Saya sudah intruksikan ke pelatih untuk mencukupi kuota lima pemain asing. Untuk masalah perekrutan pemain, sejak awal saya pasrahkan semua pada pelatih. Untuk pemain asing, tidak harus dari Asia seperti aturan di Superliga Indonesia,” jelas Saleh.

Ketentuan ini tentu menjadi buah simalakama bagi tim yang baru terdegradasi ke Divisi Utama itu. Pasalnya, kuota pemain asing untuk Divisi Utama hanya tiga pemain. Dengan demikian, tentu dua pemain asing akan mubadzir jika nantinya Persebaya justru bermain di Divisi Utama. Sementara, hingga saat ini LPI masih mengalami banyak pertentangan, utamanya dari PT Liga Indonesia dan PSSI.

Menurut Saleh, Persebaya lebih memilih untuk berlaga di LPI, selain karena lebih jelas mekanismenya, LPI jauh lebih menguntungkan daripada Divisi Utama. Bahkan, tersiar kabar 51 persen saham Persebaya, akan dimiliki penggagas LPI, Arifin Panigoro.

Selasa (21/9) sore tadi, Saleh bahkan sudah mengumumkan kepada klub anggota Persebaya. Mengenai pembagian saham, nantinya 51 persen menjadi milik investor, 19 persen milik Saleh, dan 20 persen menjadi milik klub anggota. Saleh menjelaskan, saham klub bersifat tidak tetap. Tergantung kiprah klub di kompetisi internal Persebaya.

“Jika klub tersebut terlempar dari kompetisi internal, sudah pasti klub tersebut kehilangan hak sahamnya,“ jelas mantan Ketua Umum KONI Surabaya itu. (gk-19)

Powered by Blogger | Blogger by Blog Nu Hahi