Tampilkan postingan dengan label Arema Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arema Malang. Tampilkan semua postingan

Malam Ini Rapat Di Sekretariat Aremania Bontang



Aremania se-Kaltim terus mematangkan rencana kedatangan mereka ke Bontang untuk mendukung Arema Indonesia pada Sabtu (2/10) lusa di Stadion Mulawarman Bontang. Malam ini, pertemuan digelar di sekretariat Aremania Bontang di Jl Mayjend DI Panjaitan, hadir beberapa perwakilan Aremania Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, dan beberapa Aremania di Kaltim. Hadir pula dua Aremania yang datang langsung dari Malang yakni Tembel dan Abah Slamet.

Sedangkan dari jajaran manajemen Arema Indonesia hadir Abriadi Muhara, Panpel Arema Indonesia yang kini diperbantukan di tim dan Sudarmaji, Media Officer Arema Indonesia. Wisnu Jumadi,, Ketua Paguyuban Arema di Bontang mengatakan sangat berterima kasih atas kehadiran Aremania di Bontang, termasuk jajaran manajemen PT Arema Indonesia.

Kendati Rabu lalu, Arema Indonesia belum beruntung untuk mencuri poin dari Persisam Samarinda, Aremania tetap akan memberikan dukungan saat Singo Edan tampil di Bontang. Apalagi, saat di Persisam, Aremania dilarang menggunakan atribut saat menonton. Di Bontang menjadi ajang bertemunya Aremania se-Kaltim untuk mendukung Njanka dkk untuk mencuri poin.

Aremania yang akan menonton di Bontang, bakal menempati di tribun sisi selatan. Dalam rapat itu, Aremania Bontang sebagai tuan rumah, akan mempersiapkan kehadiran Aremania dari daerah lain. Aremania juga bekomitmen untuk tetap menjaga situasi kondusif di Bontang, karena memang kebetulan dalam waktu dekat bakal digelar Pilkada, serta menjunjung tinggi sportifitas saat memberikan dukungan di lapangan.

Abriadi Muhara, mewakili menajemen sampaikan terima kasih atas dukungan tanpa batas yang diberikan Aremania. Arema Indonesia sendiri tentu sangat butuh dukungan, kehadiran Aremania memberikan motivasi tambahan kepada pemain untuk memetik poin. Abriadi berpesan agar Aremania tetap menjaga ketertiban, serta sportif saat di dalam lapangan. Rencananya, Aremania akan memberikan dukungan tidak hanya saat bertanding, tapi juga saat latihan ujicoba lapangan pada Jumat sore (31/9).

Latihan di Padang Golf



Rute Samarinda-Bontang ditempuh sekitar 4 jam. Para punggawa Arema Indonesia mengendarai bus milik Panpel Persisam. Jauhnya rute serta medan yang berkelok-kelok, serta naik turun menyusuri pegunungan, membuat pemain sempat kelelahan.

Selama perjalanan, bus terpaksa berhenti dahulu untuk istirahat di kawasan Jl Samarinda-Bontang kilometer 81-41. Semua pemain menikmati jagung rebus, serta minuman segar. Rombongan njanka dkk tiba di Hotel Bintang Sintuk, Bontang sekitar pukul 14.00 WITA. Praktis pemain hanya istirahat sekitar 1 jam, setelah itu melakukan latihan ringan untuk pemulihan stamina.

Karena di kawasan area hotel tidak ada lapangan, latihan dilakukan di kawasan lapangan golf. Selain melakukan larii ringan, dilanjutkan dengan renang. Latihan ringan dibagi dua kelompok, yakni pemain yang sebelumnya bermain melawan Persisam, usai jogging dipersilahkan Miro untuk berenang, sedangkan kelompok kedua, pemain yang dicadangkan, melakukan streching,baru dilanjutkan renang.

Dalam latihan itu, tampak pemain sangat fokus menyiapkan staminanya menghadapi Bontang FC pada Sabtu (2/9) kick off pukul 19.00 WITA. Pelatih menuju Arema Indonesia, Miroslav Janu mengaku bangga dengan pemain Arema Indonesia, mereka bersemangat untuk cepat memulihkan staminanya, kendati perjalanan menuju Bontang, medannya sangat berat. Harapannya, kondisi seperti ini bisa terjaga sampai saat pertandingan nanti.

Arema Harus Akui Keunggulan Persisam



Arema Indonesia gagal memulai kompetisi super liga dengan hasil maksimal. Itu setelah Arema Indonesia dipaksa menyerah Persisam dengan skor 2-1 untuk Persisam. Dengan kegagalan ini, Arema Indonesia harus memaksimalkan peluang saat di jamu Bontang FC 3 Oktober mendatang.

Persisam Samarinda membuka kemenangan lewat gol yang diciptakan Julio Lopes menit 49. Menit 76, giliran Joi Dong So yang menyempurnakan kemenangan setelah berhasil mencetak gol. Sementara, gol balasan Arema Indonesia dicetak stoper Arema Indonesia Piere Njanka pada menit 78. Njanka berhasil membobol gawang Wawan setelah mendapat peluang matang tendangan bebas Zulkifli Syukur.

Mendapat angin satu gol, Arema Indonesia sebenarnya berusaha mengejar ketertinggalan. Masuknya Yongki Dendi Santoso do babak kedua, sebenarnya membuat serangan Arema Indonesia lebih variatif dan membahayakan gawang lawan. Sayang, sejumlah peluang gagal berbuah gol. Salah satunya diakhir babak kedua saat bola sudah meluncur deras ke gawang Persisam. Sayang, M Roby berhasil menghalau bola yang sudah berada di mulut gawang.

Kolev Waspadai Ketajaman Lini Depan Arema


Kolev sudah menonton rekanan video pertandingan antra Arema dan Persija.


Ivan Kolev - Sriwijaya FC Palembang (GOAL.com/Hari Bendol)
Galeri Foto
Perbesar
Ivan Kolev - Sriwijaya FC Palembang (GOAL.com/Hari Bendol)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Ketajaman lini depan Arema Indonesia sudah teruji, terlebih pelatih baru mereka tidak banyak melakukan perubahan pada musim ini. Rupanya hal itu menjadi kewaspadaan tersendiri bagi pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev saat kedua tim akan berlaga di Community Shield di Malang, Sabtu (25/9).

"Arema memiliki penyerang-penyerang yang sudah diakui ketajamannya. Apalagi mereka sudah bersama sejak musim lalu. Tentunya sudah terjalin suatu kekompakan, "kata Kolev yang dihubungi Goal.com Indonesia dari Palembang, Kamis (23/9).

Beberapa nama yang masih dipertahankan menjadi pemain Arema musim ini, menurut Kolev sangat patut diwaspadai, seperti Noh Alam Syah (penyerang), M Ridhuan (gelandang), Roman Chamelo (gelandang), Dendi Santoso (penyerang), dan Rahmad Affandi (penyerang).

Hal itu disampaikan Kolev setelah dirinya beberapa kali menyaksikan pertandingan Arema secara langsung saat berburu pemain beberapa waktu lalu.

"Saya sudah mempelajari gaya permainan Arema. Bahkan, saya menyempatkan menonton rekaman video antara Arema dan Persija Jakarta pada musim lalu," ujar pelatih asal Bulgaria ini.

Terkait dengan absennya pemain asing andalan Arema yakni Esteban Guillen yang mengalami cedera bahu, Kolev mengaku hal tersebut bukan suatu keuntungan berarti buat "Laskar Wong Kito".

"Arema memiliki banyak stok pemain bagus, jadi absennya Esteban bukan masalah berarti buat mereka," ujar dia.

Sebagai antipasi ketajaman lini depan Arema, Kolev mengaku memberikan latihan khusus kepada skuad besutannya dalam beberapa hari terakhir.

"Kita sadar lini serang mereka bagus, makanya kita terus melatih untuk menyeimbangkan antara bertahan dan menyerang. Sejauh ini latihan yang saya berikan cukup dimengerti dan dipahami oleh pemain. Kita tinggal lihat realisasinya saja," ucap mantan pelatih Timnas Indonesia tahun 2007 ini.(gk-23)

Arema Sumbang Pemain Timnas Terbanyak


Masuknya Irfan Raditya membuat tim Singo Edan menyumbang enam pemain.


Arema Indonesia (GOAL.com/Aang Kurniawan)
Galeri Foto
Perbesar
Arema Indonesia (GOAL.com/Aang Kurniawan)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Arema Indonesia menjadi penyumbang pemain terbanyak untuk pelatnas timnas senior yang akan kembali memulai pemusatan latihannya pada 3 Oktober mendatang.

Ketua Badan Tim Nasional [BTN] Iman Arif mengatakan, untuk pelatnas Oktober nanti, akan hadir empat pemain baru. Mereka bakal menggantikan lima pemain yang tereleminasi dari pelatnas sebelumnya.

“Pergantian pemain ini akan kami umumkan secara resmi hari Selasa depan. Perubahan itu dilakukan semata-mata demi kebutuhan tim. Tapi semuanya belum final. Ini masih separuh dari gambaran tim yang diturunkan di Piala AFF nanti,” ujar Iman.

Lima pemain dari pelatnas sebelumnya yang tereliminasi adalah duo Persiwa Wamena Habel Satya dan Yesaya Desnam, Rahmad Latief [Sriwijaya FC], Doni Siregar [Persiba Balikpapan], serta M Isnaini [PSPS Pekanbaru].

Keempat pemain baru yang dipanggil untuk mengikuti pelatnas sekaligus menjalani uji coba melawan Uruguay dan Honduras adalah bek Arema Irfan Radiyta, Slamet Riyadi [Persela Lamongan], Oktovianus Maniani [Sriwijaya FC], serta Boaz Solossa [Persipura Jayapura].

Hadirnya Irfan membuat Arema menyumbang enam pemain. Sebelumnya, pemain tim Singo Edan yang mengikuti pelatnas adalah Zulkifli Sukur, Ahmad Bustomi, Benny Wahyudi dan Kunia Mega.

Sedangkan Persib Bandung dan Sriwijaya FC menempati posisi kedua, karena menyumbang lima pemain. Pemain Persib yang dipertahankan, yakni Markus Harris Maulana, Maman Abdurahman, Atep, Eka Ramdani, dan Nova Arianto. Sementara Sriwijaya diwakili Ferry Rotinsulu, Oktovianus Maniani, Firman Utina, M. Ridwan, dan Arief Suyono.

Sepakbola Nasional Masih Jadi Tontonan Favorit


Antv tidak tertarik untuk menayangkan pertandingan kompetisi sepakbola Eropa.


Persib Bandung (GOAL.com)
Galeri Foto
Perbesar
Persib Bandung (GOAL.com)

Hal-Hal Terkait

Tim

Direktur pemberitaan, olahraga, dan komunikasi korporat antv Azkarim Zaini mengungkapkan, hingga saat ini tayangan langsung sepakbola nasional masih menjadi favorit sebagian besar mayarakat di Indonesia.

Menurut Azkarim, Superliga Indonesia hingga sekarang menempati rating tertinggi dibandingkan acara lainnya pada jam yang sama. Antv pun tidak khawatir harus bersaing dengan sinetron maupun kompetisi sepakbola Eropa.

Menurutnya, tayangan sepakbola nasional, bukan hanya disaksikan penggemar sepakbola saja, tapi sudah menjadi tontonan keluarga. Karena itu, sepakbola nasional tetap 'merajai' tayangan di televisi.

“Saat ini kami tidak akan pernah menayangkan pertandingan kompetisi sepakbola di luar negeri. Kami masih percaya diri siaran langsung sepakbola nasional. Apalagi tayangan langsung sepakbola nasional menempati rating tertinggi mengalahkan sinetron. Sepakbola nasionaln sudah menjadi tontonan keluarga, sedangkan sepakbola luar negeri baru sebatas penggemar sepakbola,” ujar Azkarim.

“Jika kami menayangkan pertandingan Persib atau Arema maka sudah jelas penontonnya. Jika Persib disiarkan, maka hampir seluruh warga Jawa Barat menyaksikan pertandingannya. Begitu juga kalau Arema yang disiarkan. Separuh Jawa Timur akan menonton laga itu.”

Arema Launching Tim 25 September


Arema Indonesia akan launching timnya sesaat sebelum kick off laga Community Shield


Arema Indonesia (GOAL.com/Aang Kurniawan)
Galeri Foto
Perbesar
Arema Indonesia (GOAL.com/Aang Kurniawan)

Hal-Hal Terkait

Tim

Stadion Kanjuruhan Malang ternyata mempunyai event lain pada tanggal 25 September mendatang. Selain laga Community Shield dimana Arema Indonesia akan menghadapi Sriwijaya FC yang digelar pada pukul 20.30 WIB, panitia juga melaksanakan acara launching tim Arema Indonesia pada pukul 19.00 WIB.

Dalam launching tersebut, Arema akan memperkenalkan skuadnya satu persatu dengan balutan jersey home dan away baru yang akan dipakai selama musim 2010/11 bergulir.

Arema yang kembali dilanda krisis keuangan setelah Bentoel tidak lagi membiayai tim kebanggaan Kota Malang tersebut, kini tengah mendekati Bank Saudara sebagai sponsor. Dikabarkan Bank Saudara berminat menjadi sponsor Arema, tetapi ingin melakukan cek dan ricek terhadap kondisi PT. Arema Indonesia (AI)

Bank Saudara yang dipimpin oleh Arifin Panigoro tersebut dikabarkan akan mengeluarkan dana Rp5 Miliar kepada Arema untuk musim depan, namun besarnya dana tersebut masih bisa berkurang ataupun bertambah, tergantung dari hasil penilaian Bank Saudara terhadap PT.AI.

Sriwijaya FC Waspadai Aremania


Suporter Arema itu dikenal memiliki kemampuan untuk membangkitkan semangat pemain.


Ivan Kolev - Sriwijaya FC Palembang (GOAL.com/Hari Bendol)
Galeri Foto
Perbesar
Ivan Kolev - Sriwijaya FC Palembang (GOAL.com/Hari Bendol)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Sriwijaya FC sangat mewaspadai pemain ke-12 Arema Indonesia "Aremania" pada laga Community Shield di Malang, Sabtu (25/9).

Menurut direktur teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin yang dihubungi GOAL.com Indonesia dari Palembang, Rabu, Aremania dikenal sangat militan dalam memberikan dukungan sehingga menjadi kekuatan tersendiri dalam setiap laga kandang Arema Indonesia.

"Setiap Arema bertanding stadion selalu penuh, dan tidak ada tempat yang kosong. Suara yel-yel begitu bergemuruh, dan akan benar-benar mempengaruhi semangat pemain Arema," kata dia.

Untuk itu, manajemen SFC sudah mewanti-wanti pelatih anyar Sriwijaya FC Ivan Kolev untuk waspada dan tidak menyepelekan komponen pendukung non teknis yang dimiliki Arema Indonesia itu.

"Saya katakan kepada Kolev bahwa melawan Arema berbeda dengan melawan tim-tim lain. Suporternya banyak sekali. Tapi kita berpikir positif saja, karena tetap yang bisa bermain di lapangan adalah pemain bukan suporter. Suporter hanya bisa berteriak di tribun, sementara yang mencetak gol tetaplah pemain," ucap dia.

Selain mewaspadai dukungan dari Aremania, "Laskar Wong Kito" juga harus bersiap menghadapi tekad balas dendam para punggawa Arema yang gagal mengawinkan gelar di musim lalu, karena kalah di final Piala Indonesia.

"Jelas dibenak pemain dan pendukung Arema ada tekad untuk membalaskan dendam. Kemenangan dari SFC sangat dinantikan oleh mereka, dan ini patut diwaspadai Kolev dan pemain," kata dia.

Pada final Piala Indonesia lalu, Arema yang mendapat dukungan suporter lebih banyak dibandingkan SFC pada kenyataannya tetap bisa dikalahkan. Semangat ini, yang akan ditanamkan dibenak pemain SFC guna menjadi pemenang di Community Shield nanti, lanjut Hendri.(gk-23)

Jelang Community Shield, Esteban Cedera


Esteban bertabrakan dengan Mushyafri saat latihan


Arema Indonesia (GOAL.com/Donny Afroni)
Galeri Foto
Perbesar
Arema Indonesia (GOAL.com/Donny Afroni)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Menjelang laga menghadapi Sriwijaya dalam ajang Community Shiled, sabtu (25/09) nanti. Arema Indonesia terancam tidak dapat menurunkan gelandang andalan mereka, Esteban Guillen.

Pemain yang dijuluki guillotine ini menderita cedera bahu ketika menjalani latihan rutin bersama Arema. Menurut Malang Post, Cedera tersebut didapat akibat bertabrakan dengan Talaohu Abdu Mushafry ketika adu sprint.

Esteban yang sempat melanjutkan latihan akhirnya terpaksa harus menyingkir ke pinggir lapangan karena rasa sakit di bahu semakin terasa, sementara Mushafry tidak mengalami masalah apapun setelah bertabrakan.

"Awalnya tidak begitu sakit, lama-lama mulai terasa sakit sekali," ungkap Esteban.

“Untuk sementara saya lihat kondisinya tidak apa-apa, hanya sedikit memar, tapi untuk mengetahui kepastiannya, nanti akan kita cek dengan melakukan rontgen di rumah sakit,” sebut dr. Albert.

Jika cedera yang didera Esteban tergolong berat maka kemungkinan pemilik tendangan bebas melengkung tersebut, harus istirahat minimal selama satu pekan dan harus melewatkan laga menghadapi Sriwijaya FC.

Kolev Temukan Formasi Ideal Lawan Arema


Formasi idaman didapat setelah Sriwijaya menang telak atas Persekoba.


Ivan Kolev - Sriwijaya FC Palembang (GOAL.com/Hari Bendol)
Galeri Foto
Perbesar
Ivan Kolev - Sriwijaya FC Palembang (GOAL.com/Hari Bendol)

Hal-Hal Terkait

Tim

Pemain

Pelatih anyar Sriwijaya FC mengaku telah menemukan formasi ideal yang akan digunakan pada laga melawan Arema Indonesia di ajang Community Shield.

Formasi itu didapat setelah pada pertandingan uji coba melawan Persekoba Kota Malang, di Stadion Agrowisata, Malang, Selasa (21/9) sore para punggawanya memetik kemenangan telak 4-0.

Meskipun, Persekoba adalah klub beda kasta dengan SFC, tapi menurut Kolev yang dihubungi dari Palembang oleh GOAL.com Indonesia, laga uji coba itu dapat menjadi gambaran mengenai kematangan skema pemain yang dirancangnya selama ini.

Sehingga, beberapa alternatif pilihan formasi pemain yang sebelumnya sempat membuat binggung, kini telah ditemukan solusinya.

"Saya puas karena pemain dapat bermain baik. Selain itu, saya mendapat sesuatu yang berharga pada uji caba ini, yakni telah menemukan formasi ideal tim," kata dia.

Dia mengungkapkan pada laga uji coba itu para punggawa Sriwijaya FC tetap menunjukkan semangat untuk bertanding meskipun masih didera kelelahan fisik.

Sehingga, mampu melesakkan empat gol yakni dari kapten tim Keith Kayamba Gumbs di menit 46, Mahyadi Panggabean menit 62, dan Arif Suyono di menit 72 dan masa injury time.

"Sebenarnya saya tahu pemain dalam kondisi lelah karena memang intensitas dan volume latihan selama training center di Malang saya tingkatkan. Selain itu, pada Selasa (21/8) mereka beruji coba dengan Persikabo, jadi saya cukup senang meskipun lelah mereka masih dapat bermain baik," kata mantan pelatih timnas Indonesia ini.

Kendati mengaku telah menemukan formasi ideal, tapi Kolev tetap bungkam untuk menceritakannya secara detail.

"Formasi tim adalah rahasia pelatih. Yang jelas, tim sudah siap berlaga di Community Shield," ujar dia.(gk-23)

Powered by Blogger | Blogger by Blog Nu Hahi